MATA KHATULISTIWA.ID I SUKADANA– Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat I, H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH., MH., Menggelar dialog interaktif bersama jajaran pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kayong Utara, di CW Cafe Kayong Utara, Minggu (28/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan tatap muka langsung ini juga dihadiri oleh para aktivis serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Syarief Abdullah menyampaikan bahwa usulan pembangunan jalan Seponti – Teluk Batang sudah masuk ke dalam prioritas.
Namun, realisasinya saat ini masih harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal atau kemampuan keuangan negara.
Menyoroti potensi daerah, legislator senior ini melihat Kayong Utara memiliki modal besar, baik di darat maupun laut.
Di sektor darat, keberadaan kawasan Hutan Lindung Gunung Palong sangat potensial untuk terus dikembangkan sebagai pusat rekreasi dan pariwisata.
Sementara di sektor maritim, laut Kayong Utara kaya akan sumber daya alam yang melimpah.
Sebagai daerah yang memposisikan diri sebagai kota jasa.
“Pembangunan Jalan Perawas nantinya akan memangkas waktu dan jarak tempuh menuju Ibu Kota Provinsi di Pontianak. Jika ini terwujud, perekonomian Kayong Utara dipastikan akan berkembang pesat,” ujar Syarief.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dan ikut melakukan pengawasan.
Syarief meminta agar masyarakat tidak memperkeruh proses pembangunan dengan membawa persoalan ke ranah konflik, mengingat setiap pembangunan memerlukan tahapan pelaksanaan yang matang.
Meskipun perolehan suaranya di Kayong Utara pada pemilu lalu tidak terlalu signifikan, Syarief menegaskan komitmennya untuk tetap total menjalankan tugas dan fungsi kedewanan demi kemajuan daerah.
Sesi dialog berlangsung interaktif saat perwakilan Perhimpunan Anak Transmigran Kabupaten Kayong Utara menyampaikan aspirasi ribuan warga yang tinggal di kawasan transmigrasi.
Mereka mengeluhkan kondisi jalan poros yang rusak serta sulitnya akses terhadap air bersih.
Menanggapi keluhan mendasar tersebut, Syarief Abdullah menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini memiliki skema kebijakan di mana anggaran pusat bisa mengintervensi perbaikan jalan yang bukan berstatus jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
Namun, ia tidak menampik bahwa kendala terbesar saat ini adalah keterbatasan fiskal dan adanya kebijakan baru terkait Dana Bagi Hasil (DBH).
“Masalah air bersih di Kayong Utara sebenarnya sudah pernah diusulkan sebelumnya, tetapi kembali lagi kita terbentur kondisi fiskal negara saat ini.,” jelasnya.
Di akhir penjelasannya, Politisi NasDem ini optimis bahwa situasi ekonomi dan anggaran akan membaik.
“Saya berharap keadaan kita bisa lebih baik ke depan. Saya yakin, secara bertahap kita bisa memperbaiki dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Kayong Utara,” pungkasnya.
Penulis : Hamka
Editor : Anam
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id












