MATA KHATULISTIWA.ID I PONTIANAK – Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Kalimantan Barat II, Gulam Mohamad Sharon, bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar) sejak Kamis, 2 Juli 2026.
Dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Sabtu 4 Juli 2026. Sharon melakukan koordinasi dengan General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar, Maria G.I. Gunawan, untuk mendapatkan klarifikasi dan solusi konkret.
Dalam koordinasi tersebut, pihak PLN Kalbar menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya kendala teknis pada pembangkit Independent Power Producer (IPP) berkapasitas 100 MW yang menyebabkannya harus keluar dari sistem untuk sementara waktu.
Akibatnya, daya mampu pasok listrik di Kalbar menjadi terbatas.
Pihak PLN menegaskan bahwa gangguan ini murni masalah teknis pada mesin pembangkit, dan tidak ada kaitannya dengan isu kelangkaan batu bara maupun pasokan energi primer.
Untuk menghindari terjadinya padam total (black out), PLN terpaksa menerapkan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi.
Dampak Ekonomi dan Desakan Perbaikan Cepat
Mendengar penjelasan tersebut, Gulam Mohamad Sharon mendesak PLN Kalbar untuk bekerja ekstra dan mempercepat proses perbaikan mesin pembangkit yang rusak.
Pria yang akrab disapa Pak Ghulam ini menekankan bahwa pemadaman listrik yang berlarut-larut membawa dampak domino yang buruk bagi roda perekonomian daerah.
“Kami meminta PLN Kalbar segera menyelesaikan perbaikan ini dalam hitungan hari. Pemadaman ini sangat berdampak pada sektor perekonomian dan para pengusaha di Kalbar, terutama para pelaku UMKM yang sangat bergantung pada stabilitas aliran listrik untuk operasional harian mereka,” tegas Sharon.
Dorong Transparansi Informasi Lewat Digitalisasi
Selain menuntut percepatan perbaikan, legislator asal Kalbar ini juga memberikan catatan kritis terkait pola komunikasi PLN kepada pelanggan.
Di era digitalisasi saat ini, Sharon menghimbau PLN Kalbar untuk lebih proaktif dan transparan dalam membagikan jadwal pemadaman bergilir kepada masyarakat.
Menurutnya, informasi yang cepat dan akurat melalui media digital atau aplikasi resmi sangat penting agar masyarakat dan pelaku usaha tidak merugi.
“Sekarang sudah era digital. PLN harus menginformasikan wilayah mana saja yang akan terkena pemadaman sebelum tindakan dilakukan. Dengan begitu, masyarakat dan pelaku usaha bisa bersiap-siap atau membuat ancang-ancang agar aktivitas mereka tidak lumpuh total,” tambahnya.
Sementara itu, pihak PLN Kalbar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pelanggan.
PLN berkomitmen untuk melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan dalam beberapa hari ke depan agar kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat bisa kembali normal secepatnya.
PLN juga berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala terkait perkembangan perbaikan di lapangan.
Penulis : Alfi
Editor : Anam
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id












