MATA KHATULISTIWA.ID I PONTIANAK– Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Ruang Pertemuan di teras Outdoor Novotel Pontianak pada Minggu, (14/6/2026).
Momentum pertambahan usia yang ke-60 tahun bagi Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH., MH. Menjadi momentum emas dan menjadi saksi peluncuran buku biografi yang memiliki makna mendalam, bertajuk “Mengalir Laksana Air”.
Acara yang berlangsung khidmat dihadiri oleh keluarga tercinta, kerabat dekat, jajaran pengurus fungsionaris DPW Partai NasDem Kalimantan Barat, hingga Anggota DPRD Fraksi NasDem.
Kehadiran orang-orang terdekat ini kian menegaskan bagaimana figur Syarief Abdullah dipandang, tidak hanya sebagai seorang legislator senior, tetapi juga sebagai guru, orang tua, dan teladan dalam berorganisasi.
Acara peluncuran buku ini sekaligus menjadi ruang refleksi yang mengulas kembali rekam jejak perjuangan Syarief Abdullah.
Berbagai testimoni mengalir dari para sahabat dan kolega yang menyaksikan langsung bagaimana pria kelahiran Tanjung Saleh ini meniti karier organisasinya dari bawah, termasuk dedikasinya yang panjang.
Dalam ulasan testimoni tersebut, satu hal yang paling disorot adalah “konsentrasi dan kefokusan luar biasa Syarief Abdullah dalam membesarkan organisasi” kata Michael Yan Selaku Sekretaris DPW NasDem Kalbar.
Semangat yang tak pernah padam, capaian prestasi, serta komitmen yang kokoh menjadi fondasi utama yang selalu beliau tunjukkan.
“Ini merupakan sesuatu yang tercatat sepanjang masa,” ungkap Iwan, sekretaris Kwarda Pramuka yang memberikan kesaksian mendalam atas konsistensi perjuangan sang legislator.
Sebagai figur yang mendampingi perjalanan karier politiknya, Hairul Mikrad selaku Tenaga Ahli mengungkapkan bahwa inisiasi dan komando di balik lahirnya buku biografi ini digerakkan oleh Muhammad Arsyad.
Hairul juga memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan kembali komitmen nyata Syarief Abdullah yang selama ini konsisten menjadi “penyambung lidah” masyarakat Kalbar di Senayan.
Perjuangan mengawal dan membawa program infrastruktur pusat agar mengalir deras ke Kalimantan Barat menjadi bukti sahih pengabdiannya.
Syarief Abdullah Alkadrie tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus apresiasinya atas inisiatif dan perhatian dari seluruh staf serta keluarga besar yang hadir.
Suasana sempat berubah haru ketika Syarief menceritakan kembali lembaran masa lalunya. Mengenang masa-masa menempuh pendidikan, beliau menyebutkan betapa sulitnya tantangan hidup kala itu.
Di tengah keterbatasan yang serba menjepit, mengenyam pendidikan tinggi hingga meraih gelar magister hukum terasa seperti impian yang teramat jauh. Namun, ketekunan mengubah segalanya.
Kisah hidup itulah yang kemudian melandasi lahirnya filosofi “Mengalir Laksana Air”. Baginya, hidup tidak perlu dipenuhi dengan ambisi, melainkan dijalani dengan ketulusan.
Filosofi ini pula yang ia terapkan saat menakhodai Partai NasDem di Kalbar, yang kini telah tumbuh menjadi kekuatan politik yang eksis di Kalimantan Barat.
Acara ditutup dengan prosesi perayaan ulang tahun Syarief Abdullah Alkadrie yang ke-60 secara simbolis.
Kemeriahan yang dibalut kesederhanaan dan doa bersama dari seluruh keluarga dan fungsionaris partai yang hadir menandai puncak acara.
Melalui peluncuran buku ini, rekam jejak pengabdian Syarief Abdullah kini tidak hanya tersimpan dalam memori mereka yang mengenalnya, melainkan telah abadi dalam lembaran literatur yang diharapkan mampu menginspirasi generasi muda Kalimantan Barat dalam berorganisasi dan mengabdi pada bangsa.
Penulis : Hamka
Editor : Anam
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id












