Posyandu, Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan di Desa Sapen

- Penulis

Kamis, 25 Juli 2024 - 13:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

TIM II Mahasiswa KKN UNDIP memberikan pelayanan kesehatan pengecekan tensi dan gula darah kepada warga Desa Sapen, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kamis, (25/7/2024)

TIM II Mahasiswa KKN UNDIP memberikan pelayanan kesehatan pengecekan tensi dan gula darah kepada warga Desa Sapen, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kamis, (25/7/2024)

Matakhatulistiwa.id – Nasional – Pagi yang cerah, suasana Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tampak berbeda dari biasanya. Puluhan warga dari berbagai usia bergegas menuju sebuah gedung yang terletak tak jauh dari balai desa. Apa yang menarik mereka? Jawabannya sederhana, tetapi vital: Posyandu.

“Senang sekali pengecekan kesehatan hari ini dilakukan oleh adik-adik KKN dari Undip,” ujar Bu Sum (60), salah satu lansia yang rutin mengikuti kegiatan ini.

Senyum Bu Sum (60) mengembang saat petugas kesehatan dan TIM II KKN UNDIP dengan telaten mengukur tekanan darahnya. Pengecekan tekanan darah dan gula darah menjadi layanan rutin yang diberikan oleh posyandu di Desa Sapen setiap bulannya.

Baca juga:  Syarief Abdullah Hadiri Muswil IX dan Halal Bihalal KAHMI Kalbar

Tak hanya lansia, pelayanan kesehatan juga diberikan kepada balita. “Pertumbuhan Arkan sangat baik, Bu!” seru seorang kader posyandu kepada seorang ibu muda yang menggendong balitanya. Pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan menjadi ritual wajib bagi para balita di sini.

Bajank Sukarmo, Kepala Desa Sapen menjelaskan, “Kami percaya, investasi terbesar adalah pada anak-anak. Mereka adalah masa depan desa ini.”

Pengecekan kesehatan terhadap balita ini juga menjadi upaya nyata desa dalam memerangi stunting. Posyandu di Desa Sapen tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Tim posyandu juga melakukan inspeksi jentik nyamuk di rumah-rumah warga.

“Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Kami tidak mau ada warga yang terkena DBD, malaria, atau chikungunya,” tegas Bu Eni, koordinator tim pemberantasan jentik.

Baca juga:  Diseret ke Jalur Hukum, Pandji Pragiwaksono Tak Gentar: 'Mens Rea' Jalan Terus!

Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu, telah lama menjadi garda terdepan kesehatan masyarakat di pelosok negeri. Namun, di Desa Sapen, konsep ini dijalankan dengan semangat yang luar biasa.

Posyandu di Desa Sapen telah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar pos kesehatan. Ia adalah pusat interaksi sosial, sumber informasi kesehatan, dan yang terpenting, bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap kesehatan bersama.

Semangat dari warga dan dedikasi para kader, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Posyandu adalah jantung kesehatan Desa Sapen. Ia berdenyut kuat, mengalirkan semangat hidup sehat ke seluruh penjuru desa.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Desa Sapen dan melihat kerumunan warga di balai desa, jangan heran. Itu bukan arisan atau rapat desa biasa. Itu adalah Posyandu, benteng kesehatan yang menjadi kebanggaan warga Desa Sapen.

Baca juga:  Hadiri Mujahadah Kubro, Suara Bergetar Prabowo Subianto: "Seluruh Jiwa Raga Saya untuk Rakyat

Penulis : Paksi Lalang Sambegana

Editor : Rb

Sumber Berita: Wawancara/Observasi

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gulam Mohamad Sharon Meminta Segera Perbaikan Mesin Pembangkit Listrik yang Rusak di Kalbar
Langkah Tegap Pimpinan DPR RI dan Pimpinan Banggar DPR RI Menuju Sidang Rapat Paripurna Menutup Masa Sidang IV.
Perkokoh Persatuan, Syarief Abdullah Alkadrie Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Jawai
Menkes Budi Gunadi Ungkap Data Peserta JKN Tidak Aktif: Tembus 63 Juta Jiwa di 2026
Rajut Harmoni Bangsa, Syarief Abdullah Gandeng Laskar Madura dan Santri Abdussalam Bumikan Nilai Pancasila.
Sebut Kaltim Kaya SDA, Rieke : Harusnya Seluruh Mahasiswa Bisa Kuliah Gratis
Evaluasi BPJS PBI: DPR Desak Transparansi Data Agar Hak Sehat Rakyat Tak Terputus.
Hadiri Mujahadah Kubro, Suara Bergetar Prabowo Subianto: “Seluruh Jiwa Raga Saya untuk Rakyat
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:20 WIB

Gulam Mohamad Sharon Meminta Segera Perbaikan Mesin Pembangkit Listrik yang Rusak di Kalbar

Selasa, 21 April 2026 - 13:51 WIB

Langkah Tegap Pimpinan DPR RI dan Pimpinan Banggar DPR RI Menuju Sidang Rapat Paripurna Menutup Masa Sidang IV.

Jumat, 3 April 2026 - 10:05 WIB

Perkokoh Persatuan, Syarief Abdullah Alkadrie Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Jawai

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:12 WIB

Menkes Budi Gunadi Ungkap Data Peserta JKN Tidak Aktif: Tembus 63 Juta Jiwa di 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:37 WIB

Rajut Harmoni Bangsa, Syarief Abdullah Gandeng Laskar Madura dan Santri Abdussalam Bumikan Nilai Pancasila.

Berita Terbaru

Kolom/Opini

Kemarau Menguji Kita Evaluasi.

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:52 WIB

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x