KETAPANG – Desa Belaban kembali menggelar tradisi pelestarian adat Gawik Kacik yang kini memasuki tahun pelaksanaan ke-3. Kegiatan budaya Gawik Kacik ke-3 sebagai pelestarian budaya yang menjadi identitas masyarakat adat Dayak di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang ini berlangsung penuh kekhidmatan dan mendapat sambutan hangat dari para tokoh adat, instansi pemerintah desa, kepolisian, serta masyarakat setempat.
Kebersamaan terlihat dari dukungan sejumlah tokoh adat dan pemerintahan di wilayah Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang yang turut memeriahkan pelaksanaan Gawik Kacik ke-3 di Desa Belaban.
Sejumlah tokoh pemerintahan yang hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Desa Belaban Kornelius, Ketua DAD Kecamatan Marau Supardi, S.Pd.SD., M.Sos., yang juga menjabat sebagai Camat Marau, perwakilan Polsek Marau Bripka Gusti Eddy, Ketua Ormas TBBR, perwakilan ormas Dayak lainnya, serta para Temanggung Adat dan Damung Adat se-Desa Belaban.
Kornelius, Kepala Desa Belaban, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Gawai Kecik ini. Ia mengatakan bahwa kehadiran para pemangku adat se-Desa Belaban beserta jajaran pemerintahan desa maupun kecamatan menegaskan komitmen kuat untuk menjaga kelestarian tradisi budaya lokal.
“Kehadiran para tokoh pemangku adat, jajaran pemerintahan, kepolisian, serta masyarakat Desa maupun Kecamatan Marau merupakan bukti komitmen kuat untuk bersama melestarikan budaya lokal masyarakat Dayak.” ujar Kornelius, Senin (08/12/2025).
Senada dengan itu, Supardi, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) sekaligus Camat Marau, menyampaikan terima kasih kepada para pihak, pemangku adat, instansi pemerintahan, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Gawai Kecik ke-3 di Desa Belaban.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan Gawai Kecik ke-3 kali ini.
“Rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Gawai Kecik ke-3 dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, para temenggung, serta masyarakat yang ikut bersama menjaga kelestarian adat budaya masyarakat Dayak di Kecamatan Marau.” ujarnya.
Supardi menambahkan bahwa panitia telah mempersiapkan berbagai kegiatan perlombaan permainan dan kesenian tradisional sebagai rangkaian Gawai Kecik ke-3.
“Berbagai kegiatan tradisional budaya masyarakat telah disusun panitia untuk memeriahkan pelaksanaan Gawai kali ini.” ungkap Supardi, Senin (08/12/2025).
Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam Gawai Kecik ke-3 di antaranya:
- Perlombaan Bepangkak Gansing (adu kemahiran memainkan gasing tradisional).
- Perlombaan Tongkat Dayak (permainan ketangkasan berbasis tradisi).
- Lomba Kerajinan Tradisional Membuat Bubu (Melalain Bubu, alat tradisional penangkap ikan).
- Penampilan Musik Tradisional Senggayung.
- Lomba Begendang
Beragam perlombaan tersebut tidak hanya memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Melalui keterlibatan langsung dalam permainan dan seni tradisional, anak-anak dan remaja diperkenalkan pada nilai-nilai leluhur yang telah diwariskan turun-temurun.
Gawik Kacik menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Belaban untuk meneguhkan komitmen menjaga adat dan tradisi peninggalan nenek moyang. Selain menjadi simbol identitas budaya, kegiatan ini mempererat kebersamaan, memperkuat nilai kearifan lokal, dan memastikan pengetahuan adat tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Kegiatan berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Pemerintah desa bersama para tokoh adat berharap tradisi Gawik Kacik terus dilaksanakan setiap tahun dan berkembang sebagai agenda budaya yang memperkaya kehidupan adat di Kecamatan Marau.











