Isi Tausiah di Gemar Subuh Berjamaah, Ustadz Abdussyukur Kupas 4 Ujian Hidup dalam Surat Al-Kahfi

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 05:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ustadz Abdussyukur Al-Hafidz menyampaikan tausiah pada kegiatan Gemar (Gerakan Masyarakat Ramaikan) Subuh berjamaah di Masjid Ibnu Taimiyah, Nanga Pinoh, Rabu (14/04). Dalam tausiahnya, ia mengulas empat macam fitnah dalam Surah Al-Kahfi sebagai pedoman menghadapi ujian kehidupan.

Ustadz Abdussyukur Al-Hafidz menyampaikan tausiah pada kegiatan Gemar (Gerakan Masyarakat Ramaikan) Subuh berjamaah di Masjid Ibnu Taimiyah, Nanga Pinoh, Rabu (14/04). Dalam tausiahnya, ia mengulas empat macam fitnah dalam Surah Al-Kahfi sebagai pedoman menghadapi ujian kehidupan.

Matakhatulistiwa.id | Melawi — Ustadz Abdul Syukur menyampaikan tausiah tentang empat macam fitnah (ujian hidup) yang terdapat dalam Surah Al-Kahfi pada kegiatan Gemar (Gerakan Masyarakat Ramaikan) Subuh berjamaah di Masjid Ibnu Taimiyah, Kabupaten Melawi, Rabu (14/04).

Kegiatan yang berlangsung usai shalat Subuh berjamaah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Ketua (MUI) Kabupaten Melawi, Ketua (DMI) Kabupaten Melawi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Turut hadir pula pimpinan organisasi kemasyarakatan dan para pengurus masjid di wilayah Kecamatan .

Sejumlah jamaah mengikuti kegiatan Gemar (Gerakan Masyarakat Ramaikan) Subuh berjamaah di Masjid Ibnu Taimiyah, Nanga Pinoh, Rabu (14/04). Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, pimpinan ormas, serta masyarakat sebagai upaya memakmurkan masjid dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Dalam tausiahnya, Ustadz Abdussyukur menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi tidak hanya dianjurkan untuk dibaca setiap hari Jumat, tetapi juga mengandung pelajaran mendalam tentang berbagai ujian kehidupan yang pasti dihadapi manusia. Ia menguraikan empat jenis fitnah utama yang dikisahkan dalam surah tersebut, yaitu fitnah agama, fitnah harta, fitnah ilmu, dan fitnah kekuasaan.

“Surah Al-Kahfi ini luar biasa. Di dalamnya Allah memberikan gambaran nyata tentang ujian kehidupan yang akan selalu kita hadapi. Kalau kita pahami, ini menjadi bekal agar kita tidak mudah tergelincir,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baca juga:  Dialog Hangat Syarif Abdullah Alkadrie Tampung Aspirasi Kritis Aktivis Mahasiswa Kalbar Terhadap Isu Nasional.

Fitnah pertama yang dijelaskan adalah fitnah agama, sebagaimana yang dialami oleh Ashabul Kahfi, sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan mereka di tengah tekanan penguasa zalim. Mereka rela meninggalkan kampung halaman demi menjaga akidah.

“Ini pelajaran penting, bahwa mempertahankan iman itu kadang butuh pengorbanan besar. Ashabul Kahfi memilih menyelamatkan iman mereka, meskipun harus bersembunyi di gua,” kata Abdussyukur.

Selanjutnya, ia mengangkat kisah dua pemuda dalam Surah Al-Kahfi sebagai gambaran fitnah harta. Salah satu di antara mereka memiliki kebun yang melimpah, namun menjadi kufur nikmat dan sombong, sementara yang lain tetap mengingatkan agar tidak melupakan Allah.

“Ketika harta datang, di situlah ujian sesungguhnya. Ada yang semakin dekat kepada Allah, tapi ada juga yang justru lalai dan merasa semua itu hasil usahanya sendiri,” tuturnya.

Baca juga:  Apresiasi Kinerja Jajaran Pengawas Pemilu, Bawaslu Kalbar Gelar Bawaslu Awards 2024

Fitnah ketiga adalah fitnah ilmu, yang dicontohkan melalui kisah Nabi Musa yang diperintahkan Allah untuk belajar kepada Nabi Khidir. Dalam kisah tersebut, Nabi Musa yang merupakan nabi ulul azmi tetap harus merendahkan diri untuk menuntut ilmu.

“Ini mengajarkan kita bahwa tidak ada manusia yang paling tahu segalanya. Setinggi apa pun ilmu kita, tetap harus rendah hati dan terus belajar,” jelasnya.

Adapun fitnah keempat adalah fitnah kekuasaan, yang tergambar dalam kisah Iskandar Zulkarnain. Meski memiliki kekuasaan luas dari barat hingga timur, ia tetap berlaku adil dan bijaksana serta menggunakan kekuasaannya untuk kebaikan.

“Zulkarnain ini contoh pemimpin yang luar biasa. Dia punya kekuasaan besar, tapi tidak sombong. Justru digunakan untuk menolong dan menegakkan keadilan,” ungkap Abdussyukur.

Ia menekankan bahwa keempat fitnah tersebut sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Menurutnya, manusia modern justru semakin dekat dengan berbagai bentuk ujian tersebut, baik dalam aspek keimanan, materi, pengetahuan, maupun kekuasaan.

Baca juga:  Kapten TKD Kalbar Sosialisasikan Capres AMIN Sampai ke Pedalaman

“Kalau kita tidak punya pegangan, kita bisa tergelincir. Maka penting bagi kita untuk selalu kembali kepada Al-Qur’an, memahami isinya, dan mengamalkannya,” katanya.

Kegiatan Gemar Subuh berjamaah ini merupakan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah dan tokoh masyarakat di Kabupaten Melawi.

Salah satu panitia kegiatan menyampaikan bahwa program ini akan terus digalakkan secara rutin dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan bersama untuk memakmurkan masjid, sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat,” ujarnya.

Dengan antusiasme jamaah yang cukup tinggi, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan spiritual masyarakat, khususnya dalam menjaga konsistensi ibadah dan memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah tantangan zaman.

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPW NasDem Kalbar Gelar Pelatihan Merajut bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Pontianak dalam Rangka HUT ke-15
Kawal Perizinan Hutan, Gulam Mohamad Sharon Tancap Gas Bebaskan Desa Kalbar II dari Kegelapan
Syarief Abdullah Resmi Buka Rakerda NasDem Sambas : Kita Punya Peluang Besar Jadi Pemenang Utama.
Syarief Abdullah Kuatkan Konsolidasi Hingga Akar Rumput, NasDem Bengkayang Gelar Rakerda Per Dapil
Di Tengah Kepulan Asap Meluas, Tim MPA Permata Jaya Berjibaku Lawan Asap dan Panas.
Dukung Pelestarian Lingkungan, Karang Taruna Kubu Raya Siap Kerahkan Personil untuk Penanaman Mangrove.
Dengar Suara Kritis Mahasiswa, Syarief Abdullah Rangkul Ratusan Kaum Intelektual Muda: Kita Sinergikan Bersama.
Penuh Kehangatan, Sy. Ahmad Nauval Pimpin Perayaan HUT ke-15 Garda Pemuda NasDem Kalbar.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

DPW NasDem Kalbar Gelar Pelatihan Merajut bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Pontianak dalam Rangka HUT ke-15

Selasa, 22 September 2026 - 14:42 WIB

Kawal Perizinan Hutan, Gulam Mohamad Sharon Tancap Gas Bebaskan Desa Kalbar II dari Kegelapan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Syarief Abdullah Resmi Buka Rakerda NasDem Sambas : Kita Punya Peluang Besar Jadi Pemenang Utama.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:34 WIB

Di Tengah Kepulan Asap Meluas, Tim MPA Permata Jaya Berjibaku Lawan Asap dan Panas.

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:14 WIB

Dukung Pelestarian Lingkungan, Karang Taruna Kubu Raya Siap Kerahkan Personil untuk Penanaman Mangrove.

Berita Terbaru

Kolom/Opini

Kemarau Menguji Kita Evaluasi.

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:52 WIB

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x