Matakhatukistiwa.id | Melawi – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Melawi, Muhamad Desi Asiska, resmi melepas keberangkatan delapan jamaah umrah PT. Aulia Wisata Tour Cabang Melawi pada Rabu, (10/12), di Masjid Agung Kota Juang. Pelepasan ini menjadi bagian dari penguatan layanan perjalanan ibadah umrah yang semakin diminati masyarakat Melawi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Muhamad Desi Asiska menekankan bahwa ibadah umrah tidak boleh dipahami secara seremonial semata. Ia mengingatkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci menuntut kesiapan batin dan ketulusan hati, bukan hanya kelengkapan dokumen atau kesiapan teknis keberangkatan.
“Umrahlah dahulu bumi yang suci di dalam diri, yaitu hati, sebelum menginjak tanah suci Mekah. Hakikat umrah adalah kembali menjadi jiwa yang bersih di hadapan Allah,” kata Muhamad Desi Asiska di hadapan para jamaah.
Ia juga meminta jamaah untuk memaknai setiap rangkaian manasik sebagai proses penyucian diri. Menurutnya, pemahaman spiritual justru menjadi fondasi agar ibadah umrah benar-benar memberikan dampak pada kehidupan setelah kembali ke tanah air, bukan hanya sebatas pengalaman perjalanan ke luar negeri.
Tidak hanya memberikan pesan kepada jamaah, Muhamad Desi Asiska turut menyampaikan catatan bagi penyelenggara perjalanan umrah. PT. Aulia Wisata Tour dinilai memiliki tanggung jawab besar memastikan jamaah mendapatkan layanan yang layak, aman, dan memenuhi standar baik secara administratif maupun dalam pembinaan ibadah.
“Kami berharap penyelenggara dapat memberikan pelayanan maksimal, terutama dalam membimbing jamaah memahami makna ruhani di balik manasik. Jangan hanya fokus pada tiket dan hotel, tetapi juga pada kesiapan ibadah jamaah,” tegasnya.
Pelepasan jamaah ini sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen Kementerian Haji dan Umrah Melawi dalam mengawasi kualitas layanan travel umrah di wilayahnya. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan penyelenggara benar-benar memberikan layanan sesuai regulasi dan tidak merugikan jamaah.
Delapan jamaah yang berangkat berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Melawi. Mereka mengaku antusias dan lebih percaya diri karena telah mendapatkan pembekalan yang cukup sebelum keberangkatan. Perwakilan jamaah menyampaikan bahwa pendampingan dari pihak travel membuat mereka merasa lebih siap secara mental dan teknis.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan untuk keselamatan jamaah selama perjalanan, kelancaran rangkaian ibadah, serta harapan agar mereka kembali dengan membawa perubahan sikap, ketenangan batin, dan semangat spiritual baru sebagai buah dari perjalanan suci tersebut.











