Matakhatulistiwa.id I Kalbar – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Syarief Abdullah Alkadrie, S.H., M.H., kembali menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Tokoh Masyarakat, Gus dan Lora Muda Kecamatan Sungai Ambawang di Cafe Cahilla Ampera Raya, Senin 9 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Syarief menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan serta penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila.
Pancasila sebagai Fondasi Abadi
Dalam pemaparannya, Syarief menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang sudah final dan abadi bagi bangsa Indonesia.
Beliau juga mengulas sedikit sejarah mengenai Piagam Jakarta dan proses musyawarah yang terjadi pada 18 Agustus 1945, yang akhirnya menyepakati rumusan Pancasila seperti yang kita kenal sekarang.
“Pancasila itu saya katakan hari lahirnya itu 18 Agustus 1945, menjadi hari konstitusi. Supaya tidak ada lagi otak-atik apakah Pancasila harus kembali kepada Piagam Jakarta,” ujar Syarief di depan para peserta sosialisasi.
Lebih lanjut, legislator asal Kalimantan Barat ini menekankan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukanlah lagi pada perdebatan teks atau teori, melainkan pada implementasi nyata di kehidupan sehari-hari.
“Kita sudah tuntas soal dasar negara. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana implementasinya terhadap lima sila tersebut. Itu yang mungkin masih perlu menjadi introspeksi kita bersama,” tambahnya.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat desa.
Dalam arahannya, Syarief menyoroti pentingnya pemerataan program yang disesuaikan dengan perolehan suara dan kebutuhan di setiap wilayah.
Ia menjelaskan bahwa setiap daerah yang memberikan dukungan signifikan akan mendapatkan perhatian proporsional dalam distribusi program kerja.
“Saya mencatat data dari desa-desa, suara yang masuk kita urutkan sesuai jumlah dan persentasenya. Jika di sebuah wilayah seperti Kubu Raya dukungannya mencapai 45 hingga 50 persen, maka sudah menjadi kewajiban saya untuk memprioritaskan program di sana,” ujar Syarief dalam sambutannya.
Syarief menambahkan bahwa langkah ini bukan bentuk eksklusivitas, melainkan wujud tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan konstituennya.
Ia menyebutkan beberapa capaian program di wilayah Kubu Raya dan Pontianak sebagai bukti nyata dari sinergi antara aspirasi warga dan kerja legislatif.
Acara yang berlangsung hangat ini juga menjadi ajang diskusi mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat melalui wakil rakyat dan para tokoh masyarakat semakin kuat demi percepatan pembangunan di Kalimantan Barat, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat 1.
Penulis : Ustad Aziz
Editor : Redaksi











