MATAKHATULISWA.ID – KETAPANG – Sebuah jembatan di ruas Jalan Marau–Air Upas, tepatnya di Dusun Awatan, Desa Suka Karya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, ambruk. Heriadi Wibowo (HW), warga sekitar, menyampaikan bahwa jembatan kayu di jalan poros Provinsi Merau–Air Upas tersebut telah roboh sejak Selasa (02/12/2025) lalu.
Ia menjelaskan bahwa sudah sepekan terakhir jembatan penghubung antar Kecamatan Air Upas dan Merau itu tidak dapat dilalui oleh masyarakat. “Kalau tidak salah beberapa hari Selasa satu Minggu lalu ada truk terperosok memaksa melintas,” ujarnya.
Sejak insiden tersebut, akses utama masyarakat Kecamatan Air Upas dan Merau tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Menurut Heriadi, bagian jembatan yang sebelumnya sudah retak akhirnya benar-benar putus. “Kalau yang retak sudah lama. Kami juga sudah sering sampaikan ke pemerintah kecamatan terkait kondisi jembatan ini dan akhirnya Minggu kemaren benar-benar putus,” ungkap Heriadi Wibowo melalui pesan WhatsApp kepada jurnalis Pojokdesa.id, Senin (08/12/2025).
Warga dan Pemuda Galang Dana
Heriadi mengatakan bahwa untuk membenahi jembatan tersebut, warga bersama tokoh pemuda mengambil inisiatif menggalang dana swadaya demi perbaikan sementara agar akses transportasi masyarakat dapat terbuka kembali.
“Karena jembatan ini merupakan akses utama warga antar Kecamatan Merau dan Air Upas, para pemuda berinisiatif menggalang sumbangan untuk melakukan perbaikan sementara biar bisa dilewati sampai nanti diperbaiki pemerintah,” imbuhnya.
Heri, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa informasi penggalangan donasi juga telah disebarkan melalui Grup WhatsApp Forum Kecamatan Marau agar warga dapat memberikan dukungan sesuai kemampuan.
“Kalau menunggu terlalu lama, aktivitas masyarakat terganggu semuanya. Jadi kami mulai menggalang dana agar ada penanganan awal,” ujar Heriadi Wibowo, SM, koordinator aksi penggalangan dana tersebut.
Dukungan Polsek, Danramil, dan UMKM
Dalam rilis yang disampaikan ke Pojokdesa.id, Heriadi menyebut banyak warga dari dua kecamatan mendukung aksi tersebut. Pihak Kepolisian dan Danramil Kecamatan Merau juga telah memberikan izin untuk pelaksanaan penggalangan dana renovasi jembatan penghubung itu.

“Setelah rencana penggalangan donasi disampaikan, banyak warga yang mendukung. Pihak Polsek dan Danramil Merau juga mengizinkan, tidak melarang kegiatan penggalangan donasi,” jelas Heri.

Selain warga dan aparat keamanan, para pelaku UMKM juga menunjukkan solidaritas mereka. Menurut Heri, dukungan moril dan materil dari para pengusaha UMKM membuktikan bahwa fasilitas publik seperti jembatan di jalan poros Merau–Air Upas ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
“Banyak yang mendukung secara moril dan materil. Artinya masyarakat peduli untuk bergotong royong membenahi jembatan ambruk yang menjadi akses utama masyarakat di Kecamatan Merau dan Air Upas,” tegas Heri.
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Heriadi Wibowo juga berharap pemerintah Kabupaten Ketapang maupun Pemerintah Provinsi segera memberikan perhatian. Jembatan yang ambruk tersebut merupakan infrastruktur utama yang menghubungkan dua kecamatan serta menjadi jalur distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap pemerintah kabupaten Ketapang dan provinsi turun tangan cepat. Jembatan di jalan ini merupakan akses penghubung masyarakat antar dua kecamatan. Dampaknya sangat besar kalau dibiarkan terlalu lama,” tutup Heriadi Wibowo Warga Kecamatan Merau, Senin (08/12/2025).











