PMII Pontianak: Karhutla Seolah Menjadi Masalah Musiman, Kesehatan Masyarakat Terancam - Mata Khatulistiwa

PMII Pontianak: Karhutla Seolah Menjadi Masalah Musiman, Kesehatan Masyarakat Terancam

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak — Penyebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, menuai keprihatinan serius dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pontianak. Ketua Cabang PMII Kota Pontianak menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan musiman semata, melainkan ancaman yang berdampak langsung pada kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kualitas udara yang memburuk telah merampas hak dasar warga untuk menghirup udara bersih. Dampak kesehatan pun kian terasa, terutama meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling rentan dialami oleh anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu. Aktivitas masyarakat terganggu, dan kesehatan masyarakat terancam.

Baca juga:  Posyandu, Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan di Desa Sapen

“Ini bukan sekadar kabut asap, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan publik. Ketika masyarakat dipaksa hidup dalam udara yang tidak sehat, maka pemerintah wajib hadir secara serius dan menyeluruh,” tegas Ketua Cabang PMII Kota Pontianak.

Selain berdampak pada kesehatan, asap karhutla juga menekan roda perekonomian rakyat. Sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja harian, dan pelaku UMKM merasakan penurunan pendapatan akibat terbatasnya aktivitas di luar ruangan. Kondisi ini semakin memperlemah daya tahan ekonomi masyarakat kecil yang sejak awal berada pada posisi paling rentan.

PMII Kota Pontianak menilai bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pemerintah didorong untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, serta memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Baca juga:  Aksi Sosial Donor Darah "Setetes Darah Sejuta Harapan" Mempererat Sinergi Antara IPARI Kabupaten Melawi, PMI, dan RSUD Melawi

“Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk bergandengan tangan menghadapi persoalan ini. Pencegahan karhutla, kepedulian terhadap lingkungan, serta solidaritas sosial harus menjadi gerakan bersama,” lanjutnya.

PMII Kota Pontianak juga menyerukan agar masyarakat aktif melaporkan indikasi pembakaran lahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan, sembari mendorong pemerintah menyediakan layanan kesehatan, masker, dan informasi yang memadai bagi publik.

“Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Hanya dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, Kalimantan Barat—khususnya Pontianak—dapat terbebas dari ancaman asap dan kembali pada kehidupan dengan udara yang sehat.” tutupnya.

Penulis : Bdw

Berita Terkait

Menkes Budi Gunadi Ungkap Data Peserta JKN Tidak Aktif: Tembus 63 Juta Jiwa di 2026
Tak Dapat Gunakan Faskes Saat Periksa Kandungan di Salah Satu Puskesmas Kota Pontianak , Ibu Hamil Peserta BPJS KIS Bayar 150 Ribu Untuk Priksa Kandungan
Posyandu, Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan di Desa Sapen
Sentuhan Kemanusiaan: Donor Darah Meriahkan Rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag Melawi
Aksi Sosial Donor Darah “Setetes Darah Sejuta Harapan” Mempererat Sinergi Antara IPARI Kabupaten Melawi, PMI, dan RSUD Melawi

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:27

Pesta Durian Sanggau, NasDem Sponsori 1.500 Buah Gratis demi Dongkrak Ekonomi Petani Lokal.

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:22

Syarief Abdullah Hadiri Puncak Penutupan Milad ke-37 Rema Muda Ambawang Berikan Pesan: Jaga Pesatuan.

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:20

Gulam Mohamad Sharon Meminta Segera Perbaikan Mesin Pembangkit Listrik yang Rusak di Kalbar

Senin, 29 Juni 2026 - 06:10

Buka Rakerda di Kayong Utara, Syarief Abdullah Optimis NasDem Kayong Utara Cetak Sejarah Baru.

Senin, 29 Juni 2026 - 05:35

Syarief Abdullah Dialog Bersama KAHMI Kayong Utara : Menjawab Tantangan Efisiensi Infrastruktur.

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:14

Lantik Pusdiklat dan DKD, Syarief Abdullah: Pramuka Adalah Lahan Pengabdian dan Pembentuk Karakter.

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:52

Sampaikan 7 Tuntutan dari Isu Nasional hingga Drainase Lokal, PC PMII Kota Pontianak Gelar Aksi di Bambu Runcing

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:08

Respon Cepat Syarief Abdullah Bersama Balai BPJN PUPR Kalbar Segera Tangani Jalan Rusak di Peniraman Mempawah.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x