MATAKHATULISTIWA.ID I PONTIANAK – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalimantan Barat, Syarief Abdullah Alkadrie, resmi membuka Rapat Kerja Konsolidasi Garnita Malahayati NasDem Kalbar sekaligus Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (16/6/2026).
Acara krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Garnita Malahayati dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat serta fungsionaris DPW Partai NasDem Kalbar.
Dalam arahannya, Syarief Abdullah menekankan bahwa Garnita Malahayati memiliki peran yang sangat strategis dalam peta politik ke depan.
Ia mengingatkan pentingnya kesiapan kaum perempuan, terutama mengingat adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemenuhan kuota perempuan di partai politik.
Jika keterwakilan perempuan tidak mencapai 30 persen, hal tersebut dapat menggugurkan proses pencalegan partai.
“Ini adalah kesempatan besar bagi kaum perempuan untuk terlibat aktif dan memberikan kontribusi nyata. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Garnita yang telah memulai pergerakan ini. Kami berharap di legislatif, keterwakilan ibu-ibu bisa menghiasi dan mewarnai parlemen,” ujar Syarief.
Ia juga meminta agar seluruh anggota legislatif dari Partai NasDem, khususnya di tingkat DPRD Kota/Kabupaten, untuk tetap solid di internal.
Syarief menegaskan kepada seluruh pengurus agar tidak lagi terbayang isu jadwal pemilu. Pemilu dipastikan tetap akan digelar secara serentak pada tahun 2029 karena mekanismenya telah dikembalikan kepada kesepakatan partai politik sebagai satu kesatuan.
Syarief memberikan pekerjaan rumah (PR) besar bagi DPW dan pengurus di 14 kabupaten/kota untuk lebih aktif bergerak di lapangan.
“Lakukan konsolidasi untuk Pemilu 2029, ini sangat penting. Saya berharap Garnita sebagai badan sayap NasDem benar-benar fokus merekrut politisi perempuan yang handal. Hal ini penting untuk kita ingatkan sejak awal,” tegasnya.
Syarief juga mengulas kembali sejarah perjuangan Partai NasDem Kalbar pada pemilu pertama hingga akhirnya mampu berbicara dan diperhitungkan di tingkat nasional.
Menghadapi masa depan, tantangan politik dipastikan akan lebih ketat, termasuk adanya proyeksi kenaikan ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) yang diperkirakan akan diberlakukan minimal 5,5 persen hingga 6 persen.
Selain membahas penguatan internal perempuan, agenda rapat kerja ini juga membahas rangkaian jadwal Rapat Kerja Wilayah (Rakewil) serta progres renovasi pembangunan gedung Kantor DPW NasDem Kalbar yang sedang berjalan saat ini.
Di sela-sela konsolidasi politik, Syarief Abdullah yang juga merupakan anggota MPR RI memberikan pemaparan materi Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada para kader perempuan yang hadir.
Ia menjelaskan bahwa secara konstitusional, 4 Pilar menjamin hak demokrasi yang sama bagi kaum ibu untuk memberikan mandat politik dalam membangun negara.
Sebagai negara demokrasi, proses pengejawantahan hak tersebut disalurkan melalui Pemilu.
Di akhir penjelasannya, Syarief menyelipkan pesan mendalam sekaligus imbauan agar seluruh kader perempuan NasDem tidak melupakan dasar negara.
“Jangan sampai pengurus dan kader Garnita Malahayati tidak hafal terhadap butir-butir Pancasila. Ini adalah fondasi kita dalam bergerak dan mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Hamka
Editor : Anam
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id












