Kawal Perizinan Hutan, Gulam Mohamad Sharon Tancap Gas Bebaskan Desa Kalbar II dari Kegelapan

Selasa, 22 September 2026 - 14:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

MATAKHATULISTIWA.ID I SINTANG – Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat II dari Fraksi Partai NasDem, Gulam Mohamad Sharon. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan elektrifikasi desa, termasuk kendala perizinan kawasan hutan, agar dapat diselesaikan hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Menurut Gulam, persoalan administratif dan perizinan kawasan hutan tidak seharusnya menjadi hambatan berkepanjangan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses listrik.

“Banyak desa yang sebenarnya sudah masuk dalam daftar penerima program listrik desa, namun pembangunannya belum bisa dilaksanakan karena terbentur perizinan di wilayah hutan lindung dan kawasan hutan produksi,” ujar Gulam. Disaat menyapa masyarakat Sintang Senin, 21 September 2026

Untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut, Gulam mengaku telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait serta pihak PT PLN, baik PLN UID Kalimantan Barat maupun Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala administratif dan teknis, sekaligus menyinkronkan proses perizinan dengan rencana pembangunan jaringan listrik di sejumlah desa yang belum teraliri listrik.

Baca juga:  Lantik Pusdiklat dan DKD, Syarief Abdullah: Pramuka Adalah Lahan Pengabdian dan Pembentuk Karakter.

Kepala Desa Sampaikan Aspirasi

Salah satu desa yang hingga kini berharap segera mendapatkan akses listrik PLN adalah Desa Kenuak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kepala Desa Kenuak, Gatot Wijardi, menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat terkait rencana pembangunan jaringan listrik desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses energi dan program Indonesia Terang.

Gatot mengatakan, keberadaan jaringan listrik PLN menjadi kebutuhan yang sangat dinantikan masyarakat Desa Kenuak. Terlebih, sejumlah desa yang berada di sekitar dan berbatasan dengan Desa Kenuak telah mendapatkan aliran listrik PLN.

“Nama saya Gatot Wijardi, Kepala Desa Kenuak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Kami menyampaikan beberapa pernyataan sikap kepada pemerintah pusat sehubungan dengan pembangunan jaringan listrik desa dalam mewujudkan Indonesia terang,” ujar Gatot.

Menurutnya, kondisi desa-desa di sekitar Kenuak yang telah teraliri listrik PLN semakin memperkuat harapan masyarakat agar pembangunan jaringan listrik juga segera direalisasikan di Desa Kenuak.

Baca juga:  Anggota MPR RI Tegaskan Pancasila Harus diamalkan Bukan Sekedar di hafal.

“Kami berharap kepada pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dapat merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke Desa Kenuak. Kami juga memohon agar status desa yang berada dalam kawasan hutan tidak menjadi penghambat pembangunan jaringan listrik,” katanya.

Gatot menegaskan, masuknya jaringan listrik PLN merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Kenuak. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dapat segera merealisasikan program tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM segera dapat merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke Desa Kenuak. Jaringan listrik masuk desa merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat,” ujarnya

Perjuangkan Perizinan

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga menyampaikan harapan kepada Anggota DPR RI Gulam Mohamad Sharon agar dapat membantu menjembatani aspirasi masyarakat Desa Kenuak kepada pemerintah pusat.

“Kami sangat berharap Bapak Gulam Mohamad Sharon bisa membantu kami menjembatani dan memperjuangkan Desa Kenuak agar cepat teraliri listrik. Kami juga berharap beliau dapat membantu mempermudah proses perizinan dalam program listrik masuk Desa Kenuak pada tahun 2026 ini,” ungkap Gatot.

Baca juga:  Dampak Perundungan dan Langkah Pencegahannya di Lingkungan Sekolah

Ia berharap persoalan status kawasan hutan tidak menjadi kendala yang berlarut-larut dalam pembangunan jaringan listrik. Menurutnya, masyarakat desa juga memiliki hak untuk mendapatkan akses terhadap infrastruktur dasar, termasuk listrik.

Gulam sendiri menyatakan akan terus mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan kementerian terkait dan PLN. Ia berharap proses sinkronisasi perizinan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan jaringan listrik di desa-desa yang masih belum teraliri listrik dapat direalisasikan.

Percepatan elektrifikasi desa dinilai penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan penerangan masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, perekonomian, pelayanan publik, serta meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.

Dengan adanya koordinasi antara pemerintah desa, DPR RI, kementerian terkait dan PLN, masyarakat Desa Kenuak berharap pembangunan jaringan listrik dapat segera direalisasikan pada 2026 dan persoalan perizinan kawasan hutan dapat menemukan solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penulis : ALFI

Editor : ANAM

Sumber Berita: matakhatulistiwa.id

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkembangan Isu Lingkungan dan Konservasi Hutan di Indonesia serta Dampaknya bagi Kalimantan
Perkembangan Kasus Kriminal yang Menjadi Perhatian Publik di Kalimantan Barat
Perkembangan Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Pendidikan dan Dampaknya bagi Daerah
Meriahkan HUT ke-15, DPW NasDem Kalbar Gebyar Turnamen Catur Se-Kalbar
Perkembangan Penanganan Bencana Alam dan Bantuan bagi Warga Terdampak di Kalimantan Barat
Harga Bahan Pokok di Kalimantan Barat: Dinamika Pasokan dan Dampaknya bagi Konsumen
Perkembangan Pembangunan Infrastruktur dan Perbaikan Jalan di Kabupaten Melawi: Menghubungkan Harapan Antar Wilayah
Perkembangan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat: Dari Patroli hingga Kolaborasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:56 WIB

Perkembangan Isu Lingkungan dan Konservasi Hutan di Indonesia serta Dampaknya bagi Kalimantan

Sabtu, 7 November 2026 - 12:54 WIB

Perkembangan Kasus Kriminal yang Menjadi Perhatian Publik di Kalimantan Barat

Sabtu, 7 November 2026 - 10:55 WIB

Perkembangan Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Pendidikan dan Dampaknya bagi Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 09:54 WIB

Perkembangan Penanganan Bencana Alam dan Bantuan bagi Warga Terdampak di Kalimantan Barat

Sabtu, 7 November 2026 - 08:54 WIB

Harga Bahan Pokok di Kalimantan Barat: Dinamika Pasokan dan Dampaknya bagi Konsumen

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x