Kemarau Menguji Kita Evaluasi.

Selasa, 22 September 2026 - 14:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PENULIS : SY SHOLEHUDDIN S.IP

Dinamika musim dikalbar sangat heterogen selain musim hujan mendominasi, musim banjir datang sekali sekali, minimal setahun jatah banjir 3 bulan sudah pasti.

kali ini kemarau juga ikut mewarnai sayangnya warga belum bangun kuda kuda pencegahan akhirnya tak jarang yang muncul adalah sakit hati.

Soal kemarau, dia lanjut hingga hari ini kira kira sudah jalan dua bulan saya masih ingat klo tak salah kemarau dimulai 20an juli lalu.

Durasi kemarau makin hari sepertinya makin nambah, saya berharap hujan sore ini merata serata ratanya dari kota kedaerah dan kedesa-desa tentu bukan hujan buatan seperti yang kita maksud. sebab beberapa kali hujan datang dengan ketidakpastian sementara asap datang menjadi cobaan.

Baca juga:  Aksi Sosial Donor Darah "Setetes Darah Sejuta Harapan" Mempererat Sinergi Antara IPARI Kabupaten Melawi, PMI, dan RSUD Melawi

kemarau kali ini hampir lebih parah dari 2015 lalu dengan volume asap cukup pekat, buat sesak nafas, mata perih, air asin, dan dampaknya kebanyak sektor kehidupan masyarakat, yang tak kalah krusial warga kesulitan dapat air bersih jika kemaraunya diperpanjang lagi barangkali dampaknya bikin sulit pada banyak sektor.

Dalam peta musim, kemarau hampir selalu datang pada juli agustus september, kalo datang pada bulan sebelumnya biasanya hanya sebentar.

Tapi kalo mau evaluasi mendekati bulan bulan tersebut boleh kita pasang persiapan.

Misal pasang skat kanal dilahan sawit pribadi/perusahaan, sumor bor, perkuat pengawasan, sosialisasi edukasi, dukungan MPA, yang tah kalah penting dukungan masif untuk pencegahan mulai dari presiden, gubernur, bupati, hingga diperkuat dan diintegrasikan kedesa desa tentu dengan regulasi yang kuat.

Baca juga:  Syarief Abdullah Rapat Bersama Kemenhub Soroti Pelabuhan Kijing dan Teluk Batang, Minta Tuntaskan

seperti era sebelumnya terbit langsung perpres No 1. 2016 untuk pemulihan pasca karhutla.

Penulis : SY SHOLEHUDDIN S.IP

Editor : ANAM

Sumber Berita: matakhatulistiwa.id

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkembangan Isu Lingkungan dan Konservasi Hutan di Indonesia serta Dampaknya bagi Kalimantan
Perkembangan Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Pendidikan dan Dampaknya bagi Daerah
Pentingnya Transportasi Umum yang Terjangkau bagi Masyarakat Daerah
Faktor yang Memengaruhi Keselamatan Transportasi di Jalan Raya: Perspektif Jalan Khatulistiwa
Peluang Pengembangan Peternakan Terpadu di Kawasan Pedesaan
Peran Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Pengetahuan Petani
Tantangan Perkebunan Rakyat dalam Menghadapi Perubahan Harga Pasar
Dampak Perubahan Harga Komoditas Perkebunan terhadap Pendapatan Petani
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:56 WIB

Perkembangan Isu Lingkungan dan Konservasi Hutan di Indonesia serta Dampaknya bagi Kalimantan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:55 WIB

Perkembangan Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Pendidikan dan Dampaknya bagi Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 04:54 WIB

Pentingnya Transportasi Umum yang Terjangkau bagi Masyarakat Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 03:56 WIB

Faktor yang Memengaruhi Keselamatan Transportasi di Jalan Raya: Perspektif Jalan Khatulistiwa

Sabtu, 7 November 2026 - 02:54 WIB

Peluang Pengembangan Peternakan Terpadu di Kawasan Pedesaan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x