PENULIS : SY SHOLEHUDDIN S.IP
Dinamika musim dikalbar sangat heterogen selain musim hujan mendominasi, musim banjir datang sekali sekali, minimal setahun jatah banjir 3 bulan sudah pasti.
kali ini kemarau juga ikut mewarnai sayangnya warga belum bangun kuda kuda pencegahan akhirnya tak jarang yang muncul adalah sakit hati.
Soal kemarau, dia lanjut hingga hari ini kira kira sudah jalan dua bulan saya masih ingat klo tak salah kemarau dimulai 20an juli lalu.
Durasi kemarau makin hari sepertinya makin nambah, saya berharap hujan sore ini merata serata ratanya dari kota kedaerah dan kedesa-desa tentu bukan hujan buatan seperti yang kita maksud. sebab beberapa kali hujan datang dengan ketidakpastian sementara asap datang menjadi cobaan.
kemarau kali ini hampir lebih parah dari 2015 lalu dengan volume asap cukup pekat, buat sesak nafas, mata perih, air asin, dan dampaknya kebanyak sektor kehidupan masyarakat, yang tak kalah krusial warga kesulitan dapat air bersih jika kemaraunya diperpanjang lagi barangkali dampaknya bikin sulit pada banyak sektor.
Dalam peta musim, kemarau hampir selalu datang pada juli agustus september, kalo datang pada bulan sebelumnya biasanya hanya sebentar.
Tapi kalo mau evaluasi mendekati bulan bulan tersebut boleh kita pasang persiapan.
Misal pasang skat kanal dilahan sawit pribadi/perusahaan, sumor bor, perkuat pengawasan, sosialisasi edukasi, dukungan MPA, yang tah kalah penting dukungan masif untuk pencegahan mulai dari presiden, gubernur, bupati, hingga diperkuat dan diintegrasikan kedesa desa tentu dengan regulasi yang kuat.
seperti era sebelumnya terbit langsung perpres No 1. 2016 untuk pemulihan pasca karhutla.
Penulis : SY SHOLEHUDDIN S.IP
Editor : ANAM
Sumber Berita : matakhatulistiwa.id












