Matakhatulistiwa.id |Melawi – Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor dan Harlah ke-76 Fatayat NU yang digelar di Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Ahad (24/05). Kehadiran tersebut mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi dalam rangka mempererat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam di daerah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan itu dihadiri tokoh agama, pengurus Nahdlatul Ulama, kader GP Ansor, Fatayat NU, serta masyarakat setempat. Momentum harlah dijadikan ajang memperkuat komitmen kebangsaan, persatuan umat, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Nono Somantri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader GP Ansor dan Fatayat NU, untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari kita rapatkan kembali barisan untuk menjaga kedaulatan NKRI. Perbedaan jangan menjadi pemecah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama membangun bangsa dan daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran strategis organisasi kepemudaan dan perempuan dalam kehidupan sosial keagamaan. Kepada GP Ansor, Nono berharap organisasi tersebut terus mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda agar memiliki karakter religius, nasionalis, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Kepada GP Ansor, kami berharap terus aktif mengambil bagian dalam pembinaan pemuda. Pemuda harus dibina agar memiliki akhlak yang baik, semangat kebangsaan, serta terhindar dari pengaruh negatif yang merusak moral,” katanya.
Sementara kepada Fatayat NU, ia mendorong agar organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama tersebut semakin proaktif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di tingkat keluarga dan masyarakat desa.
“Fatayat NU memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Kami berharap Fatayat semakin proaktif membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan umat,” tambahnya.
Peringatan Harlah GP Ansor dan Fatayat NU tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat sebagai wujud semangat persatuan dan khidmat pengabdian organisasi kepada masyarakat, agama, dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Nono Somantri juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh elemen masyarakat Desa Batu Buil yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan harlah dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan dan kebangsaan seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai, GP Ansor dan Fatayat NU merupakan dua organisasi yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa, terutama dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan cinta tanah air. Oleh sebab itu, keberadaan kader-kader muda Nahdlatul Ulama harus terus diperkuat agar mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Lebih lanjut, Nono mengatakan bahwa tantangan kehidupan masyarakat saat ini semakin kompleks, terutama di era perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat. Karena itu, organisasi kepemudaan dan organisasi perempuan harus mampu hadir memberikan edukasi serta pembinaan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai agama dan kebangsaan.
Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan ruang pembinaan yang positif agar memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam kehidupan. Ia berharap GP Ansor dapat terus menjadi wadah pembinaan yang melahirkan pemuda-pemuda berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan siap menjaga keutuhan bangsa.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi keluarga sebagai salah satu faktor utama dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera. Dalam hal tersebut, Fatayat NU dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat akar rumput.
Nono berharap Fatayat NU dapat terus mengembangkan program-program pemberdayaan yang produktif, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha kecil, hingga edukasi pengelolaan ekonomi rumah tangga. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi umat tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama sangat terbuka untuk terus bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, dan mandiri. Sinergi tersebut dinilai penting agar program-program pembinaan umat dapat berjalan lebih optimal hingga ke tingkat desa.
Kegiatan harlah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan sambutan, doa bersama, serta kegiatan silaturahmi antarwarga dan kader organisasi.
Masyarakat yang hadir juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat semangat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat. Kehadiran tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Belimbing turut menambah semarak kegiatan.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa peringatan harlah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi kader GP Ansor dan Fatayat NU untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Batu Buil juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai persatuan masih terjaga dengan baik.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan daerah, serta harapan agar GP Ansor dan Fatayat NU semakin maju dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan semangat kebangsaan, persatuan, dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Melawi.












