Matakhatulistiwa.id I SOLO – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai isu ijazah palsu dalam pertemuan baru-baru ini dengan Presiden Joko Widodo.
Jansen menyampaikan bahwa pihak Demokrat maupun Presiden Jokowi sama sekali tidak menyinggung persoalan tersebut.
“Kalau soal ijazah, saya tidak bersinggungan sama sekali. Karena saya tahu persis, menurut keyakinan saya, Pak Jokowi selama berproses melakukan proses politik, terakhir sebagai Presiden, kan sudah melalui tahapan-tahapan,” ujar Jansen kepada awak media. di Kota Solo 8 Februari 2026.
Pesan Persatuan dari Presiden
Alih-alih membahas polemik, Jansen mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi justru menitipkan salam hangat untuk jajaran petinggi Partai Demokrat, khususnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Tadi malah Pak Jokowi pesan salam buat Pak SBY, buat Mas AHY,” tambahnya.
Komitmen Politik Santun
Jansen juga menekankan bahwa Partai Demokrat berkomitmen untuk menjaga etika politik yang santun dan jauh dari fitnah.
Ia menyebut Demokrat sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai intelektual.
“Demokrat sangat tidak mungkin membuat fitnah atau menuduh. Itu bukan watak Pak SBY, bukan watak Mas AHY, dan bukan watak Partai Demokrat.
Kami menanamkan cara berpolitik yang santun, nasionalis, dan religius,” tegasnya.
Harapan untuk Bangsa
Menutup pernyataannya, Jansen menyampaikan pesan Presiden tentang pentingnya kolaborasi antar tokoh bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera, mengingat jumlah penduduk yang besar mencapai 280 juta jiwa.
“Seluruh tokoh bangsa ini harus memperkuat diri untuk membuat negara ini lebih kuat, lebih sejahtera, dan lebih mantap lagi ke depannya,” pungkas Jansen.











