MATAKHATULISTIWA.ID I PONTIANAK – Menandai usia perak yang semakin matang, Majelis Perempuan Melayu Kalimantan Barat (MPMKB) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) sekaligus perayaan Milad ke-24.
Acara khidmat ini dilangsungkan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat dengan dihadiri oleh jajaran pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.Kamis, 14 Mei 2026
Ketua Umum MPMKB, Dra. Hj. Sulha Akhmad, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa usia 24 tahun merupakan simbol kematangan bagi organisasi.
Beliau menyatakan bahwa indikator organisasi yang sehat adalah kemampuannya dalam menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), salah satunya melalui pelaksanaan Mubes sebagai bentuk pertanggungjawaban kepengurusan.
“Perempuan Melayu kini sudah matang di usianya yang ke-24. Organisasi yang baik adalah yang konsisten menjalankan amanat AD/ART, termasuk melalui Mubes ini,” ujar Hj. Sulha.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Sulha juga memberikan penghormatan dengan memperkenalkan para Ketua Umum dari masa ke masa.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendahulu yang telah membangun fondasi organisasi hingga sebesar sekarang.
Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), MPMKB terus memperluas jangkauannya.
Saat ini, kepengurusan telah terbentuk kokoh di seluruh kabupaten/kota, bahkan hingga tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Hj. Sulha juga memaparkan berbagai capaian kolaborasi strategis dengan instansi pemerintah, di antaranya Pakem Pakaian Adat Standarisasi busana khas Melayu Kalbar. Pelestarian dan promosi makanan tradisional agar tetap eksis di era modern.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penggerak ekonomi. Di teras Pendopo Gubernur, deretan stand UMKM turut memeriahkan suasana, menampilkan berbagai produk kreatif hasil karya perempuan Melayu.
Pihak MPMKB secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas fasilitasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
Sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang selama hampir seperempat abad, acara puncak ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum MPMKB.
Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh fungsionaris dan tamu undangan yang hadir, mempertegas komitmen perempuan Melayu untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Barat.
Penulis : Hamka
Editor : Anam
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id











