MATA KHATULISTIWA.ID I MEMPAWAH– Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Syarief Abdullah Alkadrie, kembali turun ke tengah masyarakat untuk melakukan Silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi.
Kegiatan kali ini dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gang Pesantren, Sungai Pandan, Desa Wajok Hulu, Kabupaten Mempawah, Rabu 29 April 2026.
Meski kondisi cuaca sempat diguyur hujan, antusiasme warga Desa Wajok Hulu tidak surut.
Kehadiran legislator senayan ini disambut hangat oleh ratusan warga yang ingin berdialog langsung mengenai pembangunan di wilayah mereka.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Mempawah sekaligus Ketua Fraksi NasDem Kabupaten Mempawah, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Syarief Abdullah menyampaikan sejumlah program yang telah berhasil direalisasikan di Desa Wajok Hulu.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program strategis di tingkat pusat (Senayan) agar menyentuh langsung kepentingan masyarakat bawah.
“Beberapa program yang sudah masuk dan akan terus kita kawal meliputi bantuan bedah rumah (BSPS), Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi, serta berbagai program padat karya lainnya,” ujar Syarief.
Ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Wajok Hulu atas dukungan setia mereka yang telah menghantarkannya kembali terpilih sebagai anggota DPR RI.
Selaku tuan rumah dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapan agar Syarief Abdullah dapat memperjuangkan pembangunan Rumah Susun (Rusunawa) di lingkungan pesantren.
Menanggapi hal tersebut, Syarief menjelaskan bahwa usulan Rusunawa memerlukan persyaratan administrasi yang ketat.
Legalitas Pesantren wajib memiliki sertifikat tanah atas nama yayasan. Adanya yayasan yang berbadan hukum resmi. Dan Memenuhi kriteria teknis dari kementerian terkait.
Selain Rusunawa, Syarief juga memastikan akan terus mengawal program penunjang lingkungan pesantren seperti ABSAH dan pembangunan sarana sanitasi (WC) di lingkungan pendidikan keagamaan.
Sesi dialog berlangsung interaktif saat warga menanyakan kelanjutan pembangunan besar, seperti progres Jalan Kapuas 3 dan usulan pembangunan barau (penahan tebing).
Terkait infrastruktur jembatan dan jalan nasional, Syarief menjelaskan bahwa untuk Detail Engineering Design (DED) sudah rampung.
“Saat ini tinggal menunggu kemampuan keuangan negara serta kewenangan pemerintah. Begitu juga dengan jalan tol, prosesnya kini tinggal menunggu investor yang masuk,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Syarief Abdullah berjanji tidak hanya fokus pada urusan pusat, tetapi juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawal pembangunan yang menjadi otoritas Kabupaten di wilayah Wajok Hulu.
Penulis : Hamka
Editor : Anam
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id











