Lubang Resapan: Cara Sederhana Kelola Air Hujan dan Kurangi Risiko Banjir

Kamis, 5 November 2026 - 08:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Foto: Kenneth Adams / Unsplash

Foto: Kenneth Adams / Unsplash

Musim hujan di Kalimantan Barat sering datang dengan curah hujan tinggi. Di kawasan perkotaan seperti Pontianak, air yang tidak terserap tanah bisa berubah menjadi genangan, bahkan banjir. Salah satu solusi yang murah, sederhana, dan bisa dilakukan sendiri adalah membuat lubang resapan.

Lubang resapan bukan sekadar lubang di halaman. Jika dibuat dan dirawat dengan benar, lubang ini membantu air hujan meresap ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan, dan menjaga cadangan air tanah. Artikel ini membahas cara membuatnya secara praktis, aman, dan sesuai kebutuhan rumah tangga.

Apa Itu Lubang Resapan dan Mengapa Penting?

Lubang resapan adalah rongga di tanah yang dibuat untuk mempercepat masuknya air hujan ke dalam tanah. Ada beberapa bentuk, mulai dari lubang resapan biopori berdiameter kecil hingga sumur atau lubang resapan berukuran lebih besar yang diisi kerikil dan pasir.

Di wilayah dengan tanah liat atau permukaan yang banyak bangunan, air hujan sulit meresap. Akibatnya, air mengalir cepat ke saluran drainase dan sungai. Ketika volume air melebihi kapasitas saluran, genangan dan banjir pun muncul.

Kehadiran lubang resapan memberi beberapa manfaat penting:

  • Mengurangi genangan di halaman, jalan lingkungan, dan saluran air.
  • Membantu mengisi air tanah sehingga cadangan air tetap terjaga.
  • Mengurangi erosi karena aliran permukaan tidak terlalu deras.
  • Mendukung pengelolaan air hujan yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga:  Ingin Bahagiakan Masyarakat, Bupati Sujiwo Gelar Mancing Gratis Selama Ramadhan.

Meski sederhana, lubang resapan perlu ditempatkan dan dibuat dengan benar. Jangan asal menggali di sembarang titik, terutama di dekat pondasi bangunan, pipa gas, atau saluran listrik bawah tanah.

Persiapan Sebelum Membuat Lubang Resapan

Sebelum mulai menggali, lakukan pengecekan sederhana di sekitar rumah. Pilih lokasi yang datar, jauh dari pondasi bangunan, dan tidak berada di jalur air yang deras. Jika ragu, konsultasikan dengan petugas lingkungan atau dinas terkait di daerah Anda.

Beberapa hal yang perlu disiapkan:

  • Lokasi: halaman, taman, atau area terbuka yang tidak dilalui kendaraan berat.
  • Alat: sekop, linggis kecil, meteran, ember, dan sarung tangan.
  • Bahan: pipa PVC berlubang, kerikil, pasir, ijuk, atau sampah organik untuk biopori.
  • Keamanan: pastikan tidak ada kabel listrik, pipa air, atau saluran gas di bawah titik galian.

Perhatikan juga jenis tanah. Tanah berpasir biasanya lebih cepat menyerap air, sedangkan tanah liat membutuhkan lubang yang lebih banyak atau ukuran yang lebih besar. Di lahan gambut, pembuatan lubang resapan harus lebih hati-hati dan sebaiknya mengikuti arahan ahli lingkungan setempat.

Langkah-Langkah Membuat Lubang Resapan

Berikut cara membuat lubang resapan sederhana untuk rumah tangga. Metode ini dapat disesuaikan dengan ukuran lahan dan kebutuhan.

  1. Tentukan titik lubang. Pilih area yang mudah dialiri air hujan, tetapi tidak dekat pondasi. Beri jarak aman minimal 1 meter dari dinding bangunan.
  2. Gali lubang. Untuk biopori, buat lubang berdiameter sekitar 10–30 cm dengan kedalaman 80–100 cm. Untuk lubang resapan yang lebih besar, ukuran bisa sekitar 1 x 1 meter dengan kedalaman 1 meter, tergantung kondisi lahan.
  3. Perkuat dinding lubang. Jika tanah mudah longsor, pasang pipa PVC berlubang atau susunan batu bata tanpa plester agar air tetap bisa meresap.
  4. Isi dasar lubang. Lapisi dasar dengan kerikil setebal 10–15 cm, lalu tambahkan pasir. Untuk biopori, isi dengan sampah organik yang mudah terurai seperti daun dan sisa sayuran.
  5. Pasang penutup. Tutup lubang dengan kawat, ijuk, atau penutup berlubang agar air masuk, tetapi sampah dan hewan kecil tidak mudah masuk.
  6. Uji aliran air. Siram air secukupnya dan lihat apakah air meresap dengan baik. Jika air menggenang terlalu lama, periksa apakah tanah terlalu padat atau lubang tersumbat.
  7. Buat beberapa titik. Satu lubang mungkin belum cukup. Untuk hasil lebih baik, buat beberapa lubang resapan secara tersebar di halaman.
Baca juga:  Peluang Kerja bagi Lulusan Sekolah Menengah di Sektor Usaha Lokal

Hindari membuat lubang resapan di area yang menjadi tempat pembuangan oli, deterjen, atau limbah bahan kimia. Air yang masuk ke lubang harus air hujan yang relatif bersih agar tidak mencemari tanah dan air tanah.

Perawatan agar Lubang Resapan Tetap Berfungsi

Lubang resapan perlu dirawat secara berkala. Periksa setiap beberapa minggu, terutama setelah hujan besar atau musim kemarau panjang. Bersihkan daun, plastik, dan sampah yang menutup permukaan lubang.

Untuk lubang biopori, tambahkan sampah organik secara rutin dan angkat komposnya jika sudah penuh. Untuk lubang resapan berisi kerikil, cek apakah ada endapan lumpur yang menyumbat pori-pori. Jika aliran air melambat, bersihkan bagian atas dan ganti sebagian material yang tersumbat.

Baca juga:  Pelaku Terduga Kasus Pemalsuan Dokumen Usaha Pertambangan Di Morowali, Resmi di Tahan Polda Sulteng

Jangan menutup lubang dengan semen atau paving tanpa celah. Permukaan yang kedap air justru menghambat tujuan utama pembuatan lubang resapan. Pastikan selalu ada jalur bagi air hujan untuk masuk.

Kesimpulan dan Ajakan

Membuat lubang resapan adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi pengelolaan air hujan. Dengan lokasi yang tepat, ukuran yang sesuai, dan perawatan rutin, lubang resapan dapat membantu mengurangi genangan, mendukung penyerapan air, dan menjaga keseimbangan air tanah di lingkungan kita.

Bagi warga Kalimantan Barat, terutama di kawasan yang sering dilanda hujan lebat, kebiasaan ini layak dimulai dari rumah sendiri. Ajak tetangga, komunitas RT/RW, atau sekolah untuk membuat lubang resapan bersama. Mulailah dari satu lubang hari ini, lalu jadikan bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.

Punya pengalaman membuat lubang resapan di rumah? Bagikan cerita dan tips Anda kepada Redaksi Mata Khatulistiwa. Mari bersama-sama merawat bumi Khatulistiwa dengan informasi yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentingnya Penyimpanan Hasil Panen untuk Mengurangi Kerugian Petani
Peluang Pengembangan Komoditas Pangan Lokal untuk Mengurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah
Cara Meningkatkan Produktivitas Pertanian melalui Pengelolaan Lahan yang Tepat
Tantangan Distribusi Pupuk kepada Petani di Wilayah Pedesaan
Pentingnya Sanitasi Layak bagi Kesehatan Lingkungan Permukiman
Peran Infrastruktur Air Bersih dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Tantangan Pembangunan Jembatan di Wilayah dengan Kondisi Geografis Sulit
Pentingnya Pemeliharaan Jalan untuk Menjaga Konektivitas Antarwilayah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:54 WIB

Pentingnya Penyimpanan Hasil Panen untuk Mengurangi Kerugian Petani

Jumat, 6 November 2026 - 21:57 WIB

Peluang Pengembangan Komoditas Pangan Lokal untuk Mengurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

Jumat, 6 November 2026 - 20:54 WIB

Cara Meningkatkan Produktivitas Pertanian melalui Pengelolaan Lahan yang Tepat

Jumat, 6 November 2026 - 19:54 WIB

Tantangan Distribusi Pupuk kepada Petani di Wilayah Pedesaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:54 WIB

Pentingnya Sanitasi Layak bagi Kesehatan Lingkungan Permukiman

Berita Terbaru

Bengkayang

Tantangan Distribusi Pupuk kepada Petani di Wilayah Pedesaan

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:54 WIB

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x