MATA KHATULISTIWA.ID I KUBU RAYA – Komitmen menjaga kelestarian hutan dan menekan emisi karbon terus diperkuat melalui aksi nyata di tingkat tapak.
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui skema Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, resmi menggelar program penguatan ekosistem di Kabupaten Kubu Raya.
Bekerjasama dengan Lembaga Strategis Kebijakan Masyarakat (LSKM) Kalimantan Barat, kegiatan ini dipusatkan di Aula Serbaguna Torasera, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Senin 27 April 2026.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Achmad Efendi menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal dari tajuk besar “Revitalisasi Ekosistem Desa Durian Melalui Program Reboisasi Berkelanjutan”.
“Kami melibatkan sedikitnya 100 peserta yang merupakan pegiat lingkungan hidup lokal. Fokus utama kita adalah memastikan bahwa penanaman kembali (reboisasi) dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh struktur ekologi dan ekonomi masyarakat desa,” ujar Ahmad Effendi dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber utama sekaligus pemantik diskusi, Dr. Hamka, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Nusantara.
Dalam paparannya, Dr. Hamka menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat melalui BPDLH dengan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga tutupan hutan.
Selain unsur akademisi, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari praktisi pemerintahan desa.
Terlihat hadir jajaran tokoh dari APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Kubu Raya, yang memberikan apresiasi atas dipilihnya Desa Durian sebagai titik sentral gerakan hijau ini.
Upaya mencapai kondisi di mana penyerapan karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan sama atau lebih besar dari emisinya.
Keterlibatan 100 aktivis lingkungan sebagai garda terdepan pengawasan dan pelaksanaan reboisasi di lapangan.
Dengan dimulainya program ini, Desa Durian diharapkan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Kalimantan Barat dalam mengimplementasikan mitigasi perubahan iklim berbasis pemberdayaan masyarakat.
Penulis : Anam
Editor : Hairul
Sumber Berita : Mata khatulistiwa.id











