PONTIANAK – Matakhatulistiwa, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Bambu Runcing, Kota Pontianak, pada Selasa (23/6/2026). Aksi turun ke jalan ini membawa sejumlah isu krusial dari tingkat nasional hingga persoalan lokal di Kota Khatulistiwa.
Aksi yang berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian ini diisi dengan orasi ilmiah dan pembentangan spanduk. Gerakan ini menegaskan posisi PMII sebagai mitra kritis yang akan selalu mengawal kebijakan pemerintah.
7 Tuntutan PC PMII Kota Pontianak:
1.Tegakkan Amanat UUD 1945 Pasal 33 Secara Berdaulat.
- Kembalikan Kepercayaan Publik.
- Perkuat Kemandirian Ekonomi Nasional.
- Reshuffle dan Efisiensi Struktur Kabinet.
- Reset Kebijakan (BGN) dan Bubarkan (KDMP), Sejahterakan Guru.
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil.
- Menuntut Pemerintah Kota untuk Memperbaiki Sistem Drainase Kota Pontianak.
Pernyataan Sikap Organisasi
Ketua PC PMII Kota Pontianak, Sahabat Baidowi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan moral organisasi atas berbagai ketimpangan kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik secara nasional maupun regional.
“Kami melihat adanya jarak yang melebar antara kebijakan pemerintah dengan realitas di akar rumput. Dari urusan kedaulatan ekonomi nasional hingga masalah kesejahteraan guru, semua butuh evaluasi total. Terkhusus untuk Pemerintah Kota, persoalan drainase di Pontianak ini sudah menahun dan selalu merugikan warga setiap kali hujan deras. Kami menuntut agar segera dibenahi, bukan sekadar janji, sehingga tidak menjadi musibah musiman” tegas Baidowi.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, David, menyatakan bahwa seluruh kader PMII Kota Pontianak siap mengawal ketat komitmen dan respons dari para pengambil kebijakan terkait tuntutan yang telah dilayangkan.
“Aksi di Bundaran Bambu Runcing hari ini adalah peringatan awal. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dan iktikad baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Pontianak untuk menemui dan menjawab tuntutan kami, saya pastikan PMII akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar,” ujar David di sela-sela aksi.
Massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib menjelang sore hari dengan pengawalan dari aparat, sembari memastikan bahwa posko pengawalan tuntutan akan terus diaktifkan oleh pengurus cabang.












