Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Keluarga di Wilayah Pedesaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Di banyak desa di Kalimantan Barat, perempuan bukan hanya sosok yang mengurus dapur dan mendidik anak. Mereka adalah penggerak roda ekonomi keluarga yang bekerja sejak pagi di kebun, mengelola warung, menenun, hingga mengurus penjualan hasil panen. Ketika ekonomi keluarga goyah, sering kali perempuanlah yang pertama mencari jalan keluar.

Peran ini jarang menjadi sorotan, padahal dampaknya sangat nyata. Kontribusi perempuan pedesaan menjaga stabilitas penghasilan rumah tangga, menciptakan lapangan kerja kecil di lingkungan sekitar, dan memperkuat ketahanan pangan desa. Artikel ini membahas bagaimana peran tersebut bekerja, tantangan yang dihadapi, serta dukungan yang dibutuhkan agar semakin berdaya.

Perempuan Desa sebagai Penopang Ekonomi Keluarga

Secara tradisi, sumber penghasilan keluarga di pedesaan sering dikaitkan dengan laki-laki sebagai kepala keluarga. Kenyataannya, pola itu telah bergeser. Banyak perempuan desa menjalankan peran ganda: mengurus rumah tangga sekaligus menjadi pencari nafkah utama maupun pendamping.

Ada beberapa bentuk kontribusi yang paling sering ditemui di lapangan:

  • Penambah penghasilan rumah tangga, misalnya melalui warung kecil, penjualan kue, atau hasil kebun.
  • Pengelola keuangan keluarga yang mengatur belanja harian, tabungan, dan cicilan agar tetap terkendali.
  • Penggerak usaha mikro yang lambat laun berkembang menjadi sumber pendapatan tetap.
  • Penjaga ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan untuk tanaman produktif dan ternak kecil.
Baca juga:  Bela Ojol, Syarief Abdullah Minta Perusahaan Aplikator Penuhi Prinsip Keadilan

Ketika perempuan memiliki penghasilan sendiri, keputusan penting dalam keluarga cenderung lebih seimbang. Pendidikan anak, kesehatan, dan pola konsumsi biasanya menjadi prioritas yang lebih terjaga.

Ragam Usaha yang Dijalankan Perempuan di Pedesaan

Usaha yang digeluti perempuan desa sangat beragam, menyesuaikan potensi alam dan kebutuhan lingkungan sekitar. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi ciri khas daerah.

1. Pertanian, Perkebunan, dan Pangan Olahan

Perempuan terlibat dalam penyadapan karet, perawatan kebun, hingga panen sayur. Setelah itu, banyak yang mengolah hasil menjadi produk bernilai tambah seperti keripik, selai, atau kopi bubuk kemasan sederhana.

2. Kerajinan dan Tenun

Anyaman dari rotan atau pandan, tenun ikat, dan sulaman menjadi sumber penghasilan yang diwariskan turun-temurun. Produk ini punya daya tarik kuat sebagai oleh-oleh khas daerah.

3. Perdagangan dan Jasa

Warung sembako, kedai kopi kecil, jasa jahit, hingga katering acara desa menjadi pilihan karena modalnya relatif terjangkau dan pasarnya jelas.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski produktif, perempuan pedesaan masih berhadapan dengan sejumlah hambatan struktural. Hambatan ini membuat usaha mereka sulit naik kelas.

  • Akses modal terbatas, terutama karena tidak memiliki agunan atau riwayat kredit yang tercatat.
  • Keterbatasan literasi keuangan dan digital, sehingga pemasaran masih bergantung pada pembeli langganan.
  • Beban kerja ganda yang membuat waktu untuk mengembangkan usaha sangat terbatas.
  • Infrastruktur dan sinyal internet yang belum merata di sejumlah kecamatan.
  • Minimnya pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan selesai.
Baca juga:  Bea Cukai Kalbar Gagalkan Ekspor Rotan Ilegal Senilai Rp2,9 Miliar

Hambatan tersebut bukan alasan untuk berhenti. Justru di sinilah kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, dan media menjadi kunci.

Strategi Memperkuat Peran Perempuan dalam Ekonomi Desa

Penguatan ekonomi perempuan tidak cukup dengan slogan pemberdayaan. Dibutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan.

  1. Perluasan akses modal mikro melalui koperasi desa, bank daerah, maupun program pembiayaan berbasis kelompok yang tidak menuntut agunan besar.
  2. Pelatihan keterampilan dan manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, penetapan harga, hingga pengemasan produk.
  3. Pendampingan digital agar pelaku usaha mampu memasarkan produk melalui media sosial dan lokapasar.
  4. Penguatan kelembagaan seperti kelompok tani perempuan, BUMDes, dan usaha bersama yang memungkinkan pembelian bahan baku lebih murah.
  5. Layanan pendukung keluarga, misalnya posyandu dan ruang belajar anak, agar waktu kerja perempuan lebih efektif.

Yang tidak kalah penting adalah pengakuan. Ketika usaha perempuan dihitung sebagai bagian dari ekonomi desa dalam data dan perencanaan pembangunan, dukungan anggaran akan lebih mudah mengalir.

Peran Media dalam Mengangkat Kisah Perempuan Desa

Media mainstream memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan cerita yang berimbang, termasuk kisah perempuan di pelosok. Selama ini, narasi tentang desa lebih sering didominasi isu infrastruktur atau konflik, sementara kisah ketangguhan perempuan jarang mendapat panggung.

Baca juga:  Peran Pasar Rakyat dalam Menjaga Perputaran Ekonomi Lokal

Melalui pemberitaan yang faktual dan membangun, Mata Khatulistiwa berupaya menghadirkan sosok-sosok perempuan yang menggerakkan ekonomi keluarga di Kalimantan Barat. Liputan semacam ini bukan sekadar cerita inspiratif, tetapi juga rujukan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat luas dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Informasi yang berimbang membantu pembaca memahami bahwa pembangunan ekonomi desa tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan perempuan. Di sisi lain, publikasi juga membuka peluang jejaring pasar dan mitra usaha baru bagi pelaku usaha kecil di pedesaan.

Kesimpulan

Perempuan di wilayah pedesaan memegang peran strategis dalam pengembangan ekonomi keluarga. Mereka berkontribusi sebagai pencari nafkah, pengelola keuangan, dan penggerak usaha mikro yang menopang kehidupan desa. Namun, potensi itu belum sepenuhnya didukung oleh akses modal, pelatihan, dan pendampingan yang memadai.

Menguatkan ekonomi perempuan berarti menguatkan ekonomi desa secara keseluruhan. Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, koperasi, akademisi, dan media untuk membuka jalan bagi mereka.

Jika Anda memiliki kisah perempuan inspiratif dari desa di Kalimantan Barat, atau sedang mengembangkan usaha bersama di lingkungan Anda, sampaikan kepada redaksi Mata Khatulistiwa. Mari bersama menghadirkan informasi yang berimbang, faktual, dan membangun semangat optimisme bagi bumi Khatulistiwa.

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluang Pengembangan Usaha Berbasis Komoditas Lokal di Kalimantan Barat
Menjembatani Jarak: Tantangan Pelayanan Administrasi Kependudukan bagi Warga Daerah Terpencil
Peran Pemerintah Desa dalam Mendorong Partisipasi Pembangunan Masyarakat
Peran Komunitas Lokal dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Permukiman
Menembus Pedalaman Kalimantan Barat: Tantangan Distribusi Barang Kebutuhan Pokok
Peran Pasar Rakyat dalam Menjaga Perputaran Ekonomi Lokal
Peluang Pengembangan Ekonomi Desa di Kabupaten Melawi: Potensi Lokal yang Siap Dikembangkan
Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu sebagai Sumber Ekonomi Masyarakat Kalimantan Barat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Keluarga di Wilayah Pedesaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Peluang Pengembangan Usaha Berbasis Komoditas Lokal di Kalimantan Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Menjembatani Jarak: Tantangan Pelayanan Administrasi Kependudukan bagi Warga Daerah Terpencil

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Peran Pemerintah Desa dalam Mendorong Partisipasi Pembangunan Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Peran Komunitas Lokal dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Permukiman

Berita Terbaru

Kalimantan Barat

Tantangan Pengelolaan Sampah di Kawasan Perkotaan Kalimantan Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:54 WIB

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x