Matakhatulistiwa.id I JAKARTA – Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan peringatan keras kepada jajarannya menyusul adanya sejumlah pegawai yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kementerian Keuangan, pada Jumat 6 Februari 2026.
Dalam sebuah sambutannya Purbaya menegaskan bahwa para pimpinan tidak boleh lagi menggunakan alasan “tidak tahu” atas tindakan bawahannya.
Menurutnya, pengawasan melekat adalah tanggung jawab mutlak setiap level pimpinan.
Pimpinan Harus Bertanggung Jawab
Purbaya menyoroti insiden yang terjadi di wilayah Kalimantan dan menyatakan akan terus memantau proses hukum yang berjalan.
Ia menegaskan jika pelanggaran terjadi hingga level pimpinan di bawahnya, maka perombakan akan terus dilakukan.
“Anda harus mengawasi itu. Karena pada akhirnya kalau begini terus, ya Dirjen-dirjen dan saya juga kena, tidak bisa lari,” tegas Purbaya dalam video yang diunggah oleh Jawapos TV.
Meskipun kecewa dengan adanya oknum yang terlibat kasus hukum, Purbaya mengeklaim telah terjadi perbaikan signifikan dalam tata kelola lembaga sejak akhir tahun lalu.
Ia berharap pada Desember mendatang, sistem pengawasan internal akan semakin kuat dan transparan.
Pesan ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada toleransi bagi praktik korupsi di lingkungan kerjanya, dan setiap pimpinan akan dimintai pertanggungjawaban atas integritas tim yang mereka pimpin.
Penulis : Kang Mus
Editor : Redaksi












