Matakhatulistiwa.id I Kuburaya – Mengawali lembaran baru di tahun 2026, Pemerintah Desa Permata Jaya resmi melakukan langkah strategis dengan meremajakan kepengurusan Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Permata Jaya.
Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai regenerasi administratif, melainkan upaya memperkuat fondasi kelembagaan demi keberlanjutan ekosistem hutan desa yang lebih kokoh.
Momentum transisi ini dihadiri oleh seluruh elemen kekuatan desa mulai dari perangkat desa, BPD, perwakilan GAN, pengurus KUPS, hingga tokoh masyarakat. Yang digelar di di Aula Kantor Desa Permata Jaya Sabtu (14/02).
Atmosfer demokrasi terasa kental saat setiap peserta menyuarakan aspirasi dan hak suara mereka untuk menentukan nahkoda baru bagi “paru-paru” Desa Permata Jaya.
Muhammad Ali, Ketua Demisioner LDPH, dalam pidato purna-tugasnya membagikan memori perjalanan panjang lembaga ini sejak berdiri tahun 2019.
Ia mengisahkan dinamika keluar-masuk hutan hingga perjuangan membangun kekompakan internal dari nol.
“Menjaga hutan bukan sekadar menjaga tegakan pohon, tapi soal menjaga komitmen manusia di dalamnya. Ketua berikutnya harus lebih bijak, cakap berkoordinasi, dan mampu merangkul Pemerintah Desa serta pihak eksternal dengan lebih erat,” pesan Ali penuh haru.
Kepala Desa Permata Jaya, Syarif Solehuddin, menegaskan bahwa peremajaan ini adalah kebutuhan mendesak.
Selain karena masa jabatan yang telah melampaui satu periode, aspek legalitas wilayah menjadi urgensi utama.
Status kedudukan LDPH kini sepenuhnya disesuaikan dengan posisi administratif di Desa Permata Jaya.
“Penyegaran ini adalah langkah refreshment organisasi. Kita melakukan penyesuaian status kedudukan yang sebelumnya di Sungai Asam menjadi di Permata Jaya. Ini penting agar tata kelola kita tertib secara hukum dan administratif,” ujar Kades Solehuddin dalam sambutannya.
Beliau juga memberikan apresiasi atas dedikasi pengurus lama.
“Kinerja kawan-kawan pengurus selama ini adalah standar tinggi yang harus dicontoh oleh kepengurusan berikutnya,” tambahnya.
Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, transparan, dan akuntabel, mencerminkan kematangan politik tingkat desa.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian selama tujuh tahun terakhir, Kepala Desa memberikan cinderamata khusus kepada Muhammad Ali.
Kegiatan ini ditutup dengan sebuah langkah simbolis dan Penandatanganan Komitmen Bersama Menjaga dan Melestarikan Hutan.
Seluruh unsur yang hadir membubuhkan tanda tangan mereka, mengikat janji kolektif bahwa hutan Permata Jaya akan tetap lestari di bawah manajemen baru yang lebih segar dan visioner.
Penulis : Sholehudin
Kades Inspiratif











