Kubu Raya, 25 Desember 2025 – Dewan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kubu Raya menyampaikan apresiasi atas langkah Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam menanggapi dinamika terkait penolakan UMKM di kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam).
Kawasan ini telah ditetapkan sebagai Pusat Kuliner Kalimantan Barat, sehingga keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Dukungan terhadap UMKM
“Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,”
Hal itu diungkap oleh Risky Saputra Wakil Ketua Bidang GMNI Kubu Raya pada Kamis, (25/12/2025). Risky mewakili GMNI Kubu Raya menanggapi kebijakan Bupati Sujiwo yang memberikan peringatan kepada pihak perusahaan untuk memastikan UMKM tetap memiliki ruang berkembang.
Harapan untuk Dialog
“Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan tercipta kesepahaman sehingga program penguatan ekonomi rakyat dapat berjalan tanpa hambatan,”ujarnya.
Riski Wakil Ketua GMNI itu berharap berharap semua pihak dapat duduk bersama mencari solusi terbaik.hal itu didukung oleh Ketua GMNI Kubu Raya Muhammad Zamrozi.
Senada, Izam sapaan akrab Ketua DPC GMNI Kubu Raya itu berkata kolaborasi Pemda dan Swasta menjadi kolaborasi yang berdampak positif terhadap pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kubu Raya.
Solidaritas Mahasiswa
“Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat diyakini akan membawa manfaat besar bagi pembangunan daerah,”tambah Zamrozi
Menurutnya Izam, GMNI Kubu Raya siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan inklusif.
“Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk dukungan moral terhadap kebijakan pemerintah daerah. Hidup Rakyat Indonesia! Merdeka!” tutup Zamrozi.











