MATA KHATULISTIWA – KUBU RAYA – Visi Misi Kepala Daerah menjadi salah satu instrumen pelaksanaan pembangunan daerah. Visi dan misi yang disusun dan dirancang saat kepala daerah mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Daerah tersebut menjadi dasar rujukan dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana kerja tahunan pemerintah daerah (RKPD) selama satu periode kepemimpinan kepala daerah terpilih.
Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024, sejumlah bakal calon kandidat kepala daerah mulai ujuk gigi. Banyak cara antara dengan menyampaikan ide dan gagasannya tentang konsep pembangunan daerah kepada publik, gerilya menyapa masyarakat di kampung dan beragam cara lain yang dirasa paling efektif menarik simpatik publik dan masyarakat.
Sujiwo misalnya, Bakal Calon Kandidat yang diprediksi kuat maju pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.
Jiwo sapaan akrab mantan Wakil Bupati Kubu Raya Periode lalu itu menyampaikan visi misinya untuk Kabupaten Kubu Raya.
Ia berkata “Konsep saya ke depan ialah mewujudkan Kabupaten Kubu Raya yang mandiri, maju, dan sejahtera.” Ujarnya.
Jiwo sapaan akrab politisi Kubu Raya itu berkata tahapan untuk mewujudkan visi misinya tersebut. Ia berkata strategi mewujudkan kemajuan daerah harus dimulai dengan menjalankan konsep percepatan pembangunan desa-desa mandiri di Kab. Kubu Raya.
“Kemajuan daerah akan sulit dicapai jika desa-desa masih belum maju dan mandiri. Untuk mewujudkan itu, maka desa harus kita jadikan garda terdepan pembangunan di daerah, membangun daerah harus dimulai dari desa terlebih dulu. Saya pribadi berkeyakinan, jika selama lima tahun 75 persen saja desa di Kab. Kubu Raya berstatus mandiri, maka secara otomatis daerahnya juga akan maju, sejahtera, dan mandiri,” Jelas Sujiwo saat diwawancarai awak media pada, Sabtu, (20/4/2024).
Sujiwo yang diprediksi bakal maju sebagai calon Bupati Kab. Kubu Raya tersebut berkata optimalisasi peran aparatur pemerintahan desa dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengangkat potensi yang ada di desa.
“Seluruh potensi yang ada di desa baru bisa diangkat ketika semuanya, dari mulai RT, RW, BPD, dusun, dan perangkat desa mengambil peran masing-masing secara optimal.” Imbuhnya.
Ia berkata memerhatikan kesejahteraan aparat desa salah satu upaya mendorong optimalisasi peran pemerintahan desa tersebut.
“Pertanyaannya, bagaimana kemudian kita bisa menuntut mereka berperan maksimal sementara yang mereka terima tiap bulan jauh dari kata layak,” tambahnya
Ia menegaskan agar honor aparatur pemerintahan desa di Kab. Kubu Raya untuk dinaikan. “Oleh sebab itu, konsep dari saya, mereka harus diberikan penghargaan lebih dulu berupa kenaikan honor. Sudah saatnya honor RT, RW, dusun, kades, dan perangkat desa untuk dirasionalisasikan. Saya pikir itu bisa dilakukan dengan kondisi sekarang yang APBD kita yang sudah mencapai Rp1,6 triliun.” Jelasnya.
Tak hanya menaikan honor aparat pemerintahan desa, pentolan Bendahara DPD PDI Perjuangan Kalbar itu juga menyampaikan ide untuk mengupayakan sumber pendanaan alternatif untuk mendorong percepatan pembangunan di Kab. Kubu Raya.
Ia berkata bahwa akselerasi pembangunan tak dapat berjalan maksimal jika inisiatif pemerintah daerah hanya mengandalkan APBD sebagai sumber pendanaan pembangunan di daerah.
“Ada banyak daerah yang realisasi APBD-nya lebih banyak dihabiskan untuk belanja pegawai. Kalau sudah begitu, apa yang kemudian mau kita pakai untuk memperbaiki jalan, membangun sekolah, dan bikin puskesmas? Ke depan, yang seperti ini harus kita perbaiki.” Ujarnya
Ia menambah “Tidak boleh kemudian kita cuma mengandalkan APBD, karena di luar sana masih banyak sumber-sumber pendanaan lain yang sah dan tidak melanggar regulasi, seperti APBN, CSR, dana umat, dan seterusnya.” Pungkasnya saat memberikan keterangan tentang konsep pembangunan daerah di Kab. Kubu Raya kepada awak media. Sabtu, (20/4/2024).
Penulis : Robyanto
Editor : Rb











