Matakhatulistiwa.id | Jakarta – Grace Natalie selaku Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran menyampaikan alasan mengapa dirinya mendatangi moderator saat jeda debat capres. Hal itu ia sampaikan melalui akun X-nya.
“Pendukung salah satu paslon yang pakai jaket hijau syal merah putih mengacungkan tangan mereka tinggi-tinggi berkali kali di saat ada paslon yang menjawab,” kata dia lewat akun X miliknya, Minggu (7/1).
Pdukung salah satu paslon yg pakai jaket hijau syal merah putih mengacungkan tangan mereka tinggi2 berkali kali di saat ada paslon yg menjwb. Apakah ini dibolehkan, mengingat konsentransi para paslon bisa terganggu? Hal inilah yg sy & Isyana tanyakan ke moderator saat jeda iklan pic.twitter.com/xycE82w6u8
— Grace Natalie (@grace_nat) January 7, 2024
“>
Jadi, Grace Natalie mendatangi moderator debat ketiga Pilpres 2024 karena ingin menanyakan aturan tentang sikap para pendukung yang hadir di lokasi.
Pasalnya, ada salah satu pendukung yang mengacungkan jari tanda paslon yang didukung tiap kali capres bicara. Pendukung itu pun berada di belakang moderator, sehingga terlihat langsung oleh capres yang sedang bicara.
Sementara itu, Ketua KPU, Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Grace tidak tepat. “Ya mestinya enggak tepat ya, artinya walaupun mungkin saling kenal di antara mereka itu kan bisa menimbulkan persepsi yang tidak tepat,” kata Hasyim.
Hasyim menambahkan bahwa ada mekanisme untuk menyampaikan protes saat debat. Berdasarkan kesepakatan, para tim kampanye telah sepakat untuk mengingatkan keresahan lewat LO atau perwakilan yang disiapkan.
Pasalnya, jika langsung memberikan kritik atas keresahan ke moderator saat debat belum selesai, Hasyim mengkhawatirkan adanya anggapan berbeda dari pihak lain. “Jadi yang tepat sebetulnya dalam konteks mengingatkan itu ya melalui LO,” ujarnya.
Lebih lanjut, dengan masalah yang terjadi di debat ketiga ini akan menjadi bahan evaluasi yang akan diperbaiki oleh KPU. “Ya nanti akan (menjadi) evaluasi,” pungkas Hasyim.











