Matakhatulistiwa.id | Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Syarief Abdullah Alkadrie, melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kubu Raya yang digelar di hotel Merpati, Kota Pontianak, Jumat (08/12).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan pentingnya mahasiswa saat ini harus aktif dan kritis.
Hal tersebut dipaparkan Syarief Abdullah saat memberikan materi sambutan di hadapan ratusan kaum aktivis Kabupaten Kubu Raya.
Sebagai kaum pergerakan bagaimana nilai Pancasila itu bisa terwujud. “Tinggal bagaimana implementasi dalam kehidupan kita sehari – hari bisa di amalkan”, ujar orang nomor 1 di NasDem Kalbar itu.
Menurutnya bangsa Indonesia saat ini bersyukur dengan sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang perlu diperbaiki adalah bentuk otomi daerahnya saja.
“Yang berbentuk otonomi ini saja mungkin yang perlu diperbaiki. Kenapa? Karena kewenangan otonomi itu supaya daerah ada keleluasaan untuk menyelenggarakan pemerintahan dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri”, katanya.
Karena, lanjut legislator Kalbar itu sekarang ini banyak kewenangan terutama bagaimana daerah bisa berkreasi bisa membangun daerahnya sumber -sumber daerahnya itu masih banyak menjadi kewenangan pusat.
“Saya berharap para DPD kita ini dapat menjembatani berkaitan kesenjangan antara kewenangan pusat dan daerah bagaimana otonomi yang merupakan sebagai solusi dan menjadi kewenangan daerah lebih berperan”, imbuhnya.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut politisi dari Nasdem itu juga melakukan dialog interaktif dengan para kaum aktivis dan mendengar pertanyaan yang sangat tajam berkaitan dengan pemahaman pemahaman makna dari Pancasila itu sendiri.
Namun bagi Syarief Abdullah, kegiatan diskusi dan dialog ini mengingatkannya pada masa masa saat dirinya menjadi aktivis di kampus dan sangat menyenangkan merefresh kembali bahwa dirinya berharap kepada para peserta yang hadir.
“Teruslah pertajam lagi kemampuan untuk berdiskusi agar bisa menjadi generasi pemimpin dimasa yang akan datang”, harapnya.
Selain itu juga dirinya memberikan kata- kata penutup. “Jangan berorganisasi itu seperti tenda. Kalau tenda sering dipakai sering bocornya ketika bernaung di dalamnya panas, dan bocor tidak nyaman karena kepanasan dan kehujanan”
“Tapi berorganisasi lah itu seperti kereta sudah tahu tujuannya jam berapa berangkat dan tujuannya sudah jelas. Jangan seperti taxi penumpang yang mengharapkan kemana mana sehingga tak tahu tujuannya kemana” ujarnya sontak suara “Hidup NasDem, Hidup NasDem, Hidup NasDem” terdengar disuarakan oleh kalangan aktivis yang hadir.











