Matakhatulistiwa.id I KUBURAYA – Menghadapi musim kemarau yang mulai melanda, Pemerintah Desa Permata Jaya kabupaten Kuburaya menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bagi warga yang digelar di Kantor Desa Permata Jaya, Kamis 12 Februari 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko kebakaran yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Syarif Solehuddin Selaku Kepala desa menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, khususnya area hutan, lahan, dan perkebunan.
Ia mengingatkan bahwa kondisi mitigasi saat musim kemarau sangat rentan terhadap api, sehingga kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak fatal.
“Perlu adanya kesadaran dan pengetahuan bahwa saat musim kemarau, lokasi hutan dan lahan kita sangat berpotensi terbakar. Saya mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati, saling menjaga, dan mengawasi agar tidak terjadi keteledoran yang memicu kebakaran,” ujarnya di hadapan para warga.
Fokus pada Wilayah Rawan
Meskipun dalam tiga minggu terakhir kondisi terpantau aman dan belum terlihat adanya kepulan asap di beberapa dusun, pemerintah desa tetap melakukan langkah proaktif.
Sosialisasi kali ini difokuskan pada warga yang tinggal di wilayah yang dinilai paling rawan, yaitu sepanjang area Parit Madura hingga Parit Indah Sembogo.
“Wilayah tersebut merupakan area gambut dan lahan yang cukup rawan. Karena itu, sosialisasi ini kami khususkan bagi teman-teman di wilayah tersebut agar lebih siaga menghadapi puncak musim kemarau,” tambahnya.
Kepala Desa Menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua unsur yang hadir, termasuk kepada CTBu Permata Jaya atas kerja sama dan dukungan terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran polres kubu raya turut memberikan materi. Serta unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan desa.
Pemerintah desa berharap melalui penguatan informasi ini, masyarakat tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat merugikan banyak pihak.











