Matakhatulistiwa.id | Melawi – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Melawi, Muhamad Desi Asiska, mengikuti kegiatan Zoom Meeting Pembekalan Teknis Pengelolaan Pembiayaan Proyek SBSN Tahun Anggaran 2026 pada Kamis, (11/12). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembiayaan Syariah dan LKPP RI sebagai bagian dari rangkaian persiapan nasional menuju pelaksanaan proyek-proyek SBSN tahun berikutnya.
Dalam forum virtual tersebut, para peserta, termasuk Muhamad Desi Asiska, mendapatkan pemaparan teknis mengenai tata kelola SBSN, alokasi anggaran, skema pembiayaan, serta regulasi pengadaan barang dan jasa untuk proyek pemerintah. Materi juga menyoroti mekanisme pertanggungjawaban dan standar pelaporan yang harus dipatuhi satuan kerja di daerah.
Muhamad Desi Asiska menyatakan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini penting sebagai bentuk kesiapan Kemenhaj Melawi dalam mengelola potensi proyek SBSN mendatang. “SBSN bukan sekadar pembiayaan infrastruktur, tetapi instrumen strategis untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Satuan kerja di daerah harus memahami teknisnya dengan benar,” ujar Muhamad Desi Asiska.
Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait teknis pengadaan, penyusunan RUP, serta mitigasi risiko pada tahap perencanaan proyek. Muhamad Desi Asiska menilai forum tersebut efektif karena memberikan ruang klarifikasi yang dibutuhkan satuan kerja daerah sebelum menyusun proposal.
Ia menegaskan bahwa kesiapan administratif menjadi faktor krusial untuk memastikan usulan proyek dari Kabupaten Melawi dapat bersaing di tingkat nasional. “Kepatuhan pada timeline, ketepatan dokumen, dan kesesuaian dengan regulasi adalah kunci agar Melawi bisa mendapatkan slot proyek SBSN,” kata Muhamad Desi Asiska.
Zoom Meeting tersebut juga menampilkan data makro terkait kebutuhan pembiayaan nasional serta proyeksi backlog infrastruktur yang berpotensi diselesaikan melalui skema SBSN. Penjelasan mengenai proporsi anggaran dan tren prioritas kementerian/lembaga menambah wawasan peserta dalam menyusun rencana strategis daerah.
Bagi Kabupaten Melawi, peluang mengakses pembiayaan SBSN dianggap signifikan dalam mendukung pembangunan fasilitas layanan masyarakat seperti pusat layanan haji dan umrah, sarana pendidikan keagamaan, hingga infrastruktur pelayanan publik lainnya. Keterlibatan pejabat daerah dalam forum teknis ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapan dokumen perencanaan.
Setelah kegiatan berakhir, Muhamad Desi Asiska memastikan bahwa hasil pemaparan akan ditindaklanjuti di internal Kemenhaj Melawi melalui penyesuaian rencana kerja serta peningkatan koordinasi lintas bidang. Ia menegaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan teknis seperti ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas perencanaan di daerah.
Ia berharap pelatihan ini membawa dampak nyata bagi masyarakat Melawi ke depan. “Kami ingin memastikan setiap peluang pendanaan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan pemahaman yang utuh, insyaallah kita dapat mengusulkan proyek yang berdampak langsung dan berkelanjutan,” tutupnya.












