Matakhatulistiwa | Melawi – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Melawi mengadakan Pelatihan Khatib dan Bilal se-Kabupaten Melawi, dengan angkatan pertama berlangsung di Masjid Al-Furqan, Desa Loka Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh, pada Selasa (29/10/2024).
Pelatihan ini mencakup tiga kecamatan di zona pertama: Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Sokan, dengan peserta yang terdiri dari 60 khatib dan bilal, sebagian besar di antaranya adalah kalangan muda.
Pelatihan ini diinisiasi oleh PD IPARI Melawi berdasarkan arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi untuk meningkatkan pemahaman fiqh dan memperkenalkan standar praktik pelaksanaan khutbah yang sesuai. Pelatihan ini pun menggandeng beberapa mitra untuk menyusun kurikulum dan modul pelatihan serta support pendanaan, termasuk LDNU Kabupaten Melawi, Badan Kesejahteraan Masjid, BAZNAS, LAZISNU, BSI, dan BRI Kabupaten Melawi.
Dalam sambutannya, Sekretaris PD IPARI Melawi, Faisol Abdurrahman, menekankan dua tujuan utama dari pelatihan ini. Pertama, memastikan para khatib dan bilal memahami rukun dan ketentuan khutbah sesuai fiqh, karena masih ada praktik khutbah yang mengabaikan rukun-rukun penting hanya demi retorika.
“Ada khatib yang mengira syahadatain sebagai rukun khutbah, sehingga jika tidak dibacakan dianggap khutbah tidak sah. Ini penting diluruskan agar tidak timbul salah paham di tengah umat,” jelas Faisol.
Kedua, pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan alur standar khutbah yang dapat dipahami bersama oleh khatib. Hal ini mengingat adanya perbedaan tata cara di beberapa masjid, baik dalam jumlah adzan maupun posisi waktu bagi khatib untuk naik ke mimbar.
“Dengan modul pelatihan ini, peserta diharapkan memahami alur ideal khutbah Jumat dan mendapatkan pemahaman tentang bacaan Ma’asyiral yang sesuai dari segi riwayat dan gramatika,” tambah Faisol.
Kepala KUA Tanah Pinoh, Marianto, S.HI., membuka acara dengan mengingatkan pentingnya bagi khatib untuk benar-benar memahami isi khutbah. “Jangan sampai hanya membacakan teks tanpa pemahaman mendalam. Esensi khutbah adalah agar pesan sampai dan berkesan di hati jamaah,” katanya. Ia juga menekankan agar khatib menjaga wibawa sebagai tokoh yang menjadi panutan umat.
Pelatihan ini mencakup empat sesi, mulai dari materi rukun khutbah, peran bilal, hingga praktik pelaksanaan tugas bilal dan khatib. Kegiatan juga diisi dengan game edukatif seperti menyusun urutan rukun khutbah. Menariknya, pelatihan ini akan dilanjutkan ke zona-zona lain di Kabupaten Melawi dalam waktu dekat.











