Matakhatulistiwa.id | KUBU RAYA – Kapten TKD Wilayah Provinsi Kalimantan Barat, H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH., MH melakukan agenda kunjungan silaturahmi dengan masyarakat di 2 desa yang berada di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu 30 Desember 2023.
Kunjungannya beserta rombongan menggunakan spead boat didampingi sang isteri, Hj. Hadijah Fitriah yang juga Caleg DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Relawan Kamek Anies Kalbar dan tiga Caleg Partai Nasdem dari Kabupaten Kubu Raya.
Kehadiran orang nomor satu di Partai NasDem Kalbar itu disambut hangat. Terlihat para relawan, masyarakat, simpatisan dan kader Nasdem yang bergabung tampak berdiri berbaris menyambut kedatangannya dan bersalaman dengan penuh keakraban.
Dalam kesempatan tersebut, Syarief Abdullah yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar sangat aktif mensosialisasikan pasangan capres-cawapres AMIN (Anies – Muhaimin).
Kemudian dirinya juga memperkenalkan para caleg dari NasDem. Mulai dari tingkat Provinsi, ada Hj. Hadijah Fitriah yang masuk Dapil II (Kubu Raya – Mempawah) serta ada 3 Caleg lain dari tingkat Kabupaten Kubu Raya yang ikut hadir.
Anggota DPR RI 2 periode itu mengatakan banyak program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat yang berada di Kecamatan Kubu dan sudah nyaris merata.
Selama dirinya berada di komisi V DPR RI, program berbasis kerakyatan, Bantuan Bedah Rumah, saluran irigasi untuk petani, hand traktor dan program lainnya sudah masuk dan dirasakan oleh masyarakat.
Di Kecamatan Kubu ada desa kubu yang suaranya terlihat signifikan sehingga dirinya memberikan prioritas program yang masuk sampai di bangunnya jembatan gantung dan penataan makam KotaKu melalui aspirasinya.
“Kalau mau program berlanjut, bulatkan suara untuk bisa memilih wakilnya yang bisa berjuang. Makanya saya di Kubu ini program merata bahkan bisa diaspirasikan jembatan gantung yang sekarang itu kemudian Makam KotaKu, juga jalan PISEW. Karena di desa Kubu ini, saya mendapatkan 600 suara walaupun di Kecamatan Kubu secara umum tidak signifikan bisa merata”, paparnya.
Maka untuk itu dirinya berpesan tanggal 14 Februari gunakan hak suara masyarakat dengan tepat. Pilih yang benar-benar menjadi wakilnya sebagai kepanjangannya dengan pemerintah.
Saat ada pertanyaan dari masyarakat berkaitan langkanya pupuk subsidi menjadi hambatan masyarakat untuk bertani yang mayoritas desa tersebut notabenenya mayarakat petani padi jagung, Legislator Kalbar itu menjawab kegelisahan masyarakat tersebut.
Anggota DPR RI itu menegaskan kalau dirinya saat melakukan rapat dengan menteri selalu menyuarakan hajat para petani petani ini dengan tujuan agar para petani menjadi rangking pertama dalam pertumbuhan ekonomi dan perputaran sandang pangan.
“Saya selalu usulkan di DPR, jangan disubsidi tapi lakukan hilirnya, karena petani ini menjadi favorit. Bagaimana petani naik kelas kalau satu hektare hanya bisa menghasilkan 6 ton. Semua usaha ini tentu dalam rangka mensejahterakan masyarakat petani. Jika ingin perubahan, pilihlah AMIN”, pungkasnya.











