Peristiwa Berdarah di Siantan Tengah: Remaja Bacok 3 Warga, Motif Diduga Sakit Hati
PONTIANAK – Suasana siang yang biasanya tenang di Jalan Parwasal, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, mendadak mencekam pada Sabtu (21/06/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Seorang remaja berinisial AR (19) secara membabi buta membacok tiga warga dengan sebilah senjata tajam (sajam). Insiden tersebut sontak membuat warga di kawasan jalan Parwasal, Gg. Persada 4 Kelurahan Siantan Tengah heboh dan panik.
Nasrullah (31) saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut mengatakan peristiwa itu bermula di sebuah tempat pencucian motor di samping Indomaret.
NS yang saat itu tengah berbelanja di dalam Indomaret, kaget saat melihat salah satu korban, Rival, berlari masuk dalam kondisi bersimbah darah.
“Saya sedang berada di dekat kasir, tiba-tiba korban masuk berlari penuh darah. Saya dan kasir langsung menutup pintu untuk menghalangi pelaku masuk,” ujar NS kepada jurnalis Matakhatulistiwa.id. Sabtu, (21/06/2025).
Namun pelaku AR tetap memaksa masuk dengan menggedor-gedor pintu kaca. Ketika berhasil menerobos masuk, NS dan kasir segera menyelamatkan diri ke bagian dalam toko. Tak lama kemudian, korban ketiga, Yanto, datang bersama pamannya, berusaha menenangkan AR. Sayangnya, niat baik itu justru berakhir tragis.
Yanto yang datang berusaha melerai dan bertanya untuk menenangkan AR malah menjadi sasaran pelaku pembacokan remaja tersebut.
sempat berusah mencoba menenangkan AR, Yanto yang sudah menjaga jarak agar tak terkena tebasan Sajam AR malah terjatuh. AR yang seperti kehilangan kendali langsung menghujamkan sajam ke arah Yanto berkali-kali, mengenai kepala, bahu, dan lengan kirinya hingga hampir putus.
“Pelaku seolah kesetanan, menyabetkan sajam tanpa henti. Yanto jatuh, dan langsung diserang,” tambah NS.
Beruntung, paman Yanto berhasil memiting pelaku dari belakang. Beberapa warga lain langsung membantu menahan AR dan merebut sajam yang ternyata diikat erat di tangannya menggunakan kain merah. Setelah senjata berhasil diamankan, AR berlari ke arah musholla di dekat lokasi seolah tak terjadi apa-apa.
Di saat yang sama, warga baru menyadari bahwa korban pertama, Udin, ditemukan di bilik cuci motor dalam kondisi mengenaskan, bersimbah darah dengan banyak luka bacokan.
Motif Diduga Sakit Hati;
Dari informasi yang dihimpun jurnalis Matakhatulistiwa.id, AR adalah kerabat sepupu dari dua korban, Udin dan Yanto. Menurut Ozi, saudara kandung Udin, AR dikenal sebagai remaja yang sulit dinasehati dan sering terlibat tawuran.
“Dia itu sudah sering buat masalah. Pernah diusir dari rumahnya sendiri. Karena kasihan, malah ditampung di rumah Yanto dan dikasih kerjaan oleh Udin,” ujar Ozi.
Diduga kuat, pembacokan ini terjadi karena AR sakit hati kerap dinasehati oleh Udin dan Yanto agar tidak membuat onar. Kedua korban justru yang selama ini menampung dan membantunya.
“Pelaku ini liar tak mau dinasehati, punya masalah sedikit bawa sajam, pelaku juga sering ikut tawuran antar remaja yang biasanya terjadi di jembatan/tol landak “. Ungkap Ozi.
Kondisi Terkini Para Korban;
Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Soedarso. Udin dan Yanto dalam kondisi kritis dan harus menjalani operasi. Sementara Rival mengalami luka di kepala dan lengan, namun sudah mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis resmi dari Polsek Pontianak Utara. Namun berdasarkan video yang beredar, pelaku telah diamankan oleh dua petugas kepolisian setempat tak lama setelah kejadian.
Penulis : Rb
Sumber Berita : Wawancara












