Kronologi Saksi Mata dan Keluarga Korban Peristiwa Berdarah di Jalan Parwasal Siantan Tengah, Pelaku Remaja Kerap Ikut Tawuran Antar Geng di Kota Pontianak

- Penulis

Senin, 23 Juni 2025 - 06:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peristiwa Berdarah di Siantan Tengah: Remaja Bacok 3 Warga, Motif Diduga Sakit Hati

PONTIANAK – Suasana siang yang biasanya tenang di Jalan Parwasal, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, mendadak mencekam pada Sabtu (21/06/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Seorang remaja berinisial AR (19) secara membabi buta membacok tiga warga dengan sebilah senjata tajam (sajam). Insiden tersebut sontak membuat warga di kawasan jalan Parwasal, Gg. Persada 4 Kelurahan Siantan Tengah heboh dan panik.

Nasrullah (31) saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut mengatakan peristiwa itu bermula di sebuah tempat pencucian motor di samping Indomaret.

NS yang saat itu tengah berbelanja di dalam Indomaret, kaget saat melihat salah satu korban, Rival, berlari masuk dalam kondisi bersimbah darah.

“Saya sedang berada di dekat kasir, tiba-tiba korban masuk berlari penuh darah. Saya dan kasir langsung menutup pintu untuk menghalangi pelaku masuk,” ujar NS kepada jurnalis Matakhatulistiwa.id. Sabtu, (21/06/2025).

Baca juga:  Syarief Abdullah Lakukan Diskusi Bersama Ratusan Aktivis Kubu Raya

Namun pelaku AR tetap memaksa masuk dengan menggedor-gedor pintu kaca. Ketika berhasil menerobos masuk, NS dan kasir segera menyelamatkan diri ke bagian dalam toko. Tak lama kemudian, korban ketiga, Yanto, datang bersama pamannya, berusaha menenangkan AR. Sayangnya, niat baik itu justru berakhir tragis.

Yanto yang datang berusaha melerai dan bertanya untuk menenangkan AR malah menjadi sasaran pelaku pembacokan remaja tersebut.

sempat berusah mencoba menenangkan AR, Yanto yang sudah menjaga jarak agar tak terkena tebasan Sajam AR malah terjatuh. AR yang seperti kehilangan kendali langsung menghujamkan sajam ke arah Yanto berkali-kali, mengenai kepala, bahu, dan lengan kirinya hingga hampir putus.

“Pelaku seolah kesetanan, menyabetkan sajam tanpa henti. Yanto jatuh, dan langsung diserang,” tambah NS.

Baca juga:  Syarief Abdullah Buka Rakerda Pramuka Kalbar: Fokus Penguatan Anggota dan Persiapan Jambore Nasional 2026

Beruntung, paman Yanto berhasil memiting pelaku dari belakang. Beberapa warga lain langsung membantu menahan AR dan merebut sajam yang ternyata diikat erat di tangannya menggunakan kain merah. Setelah senjata berhasil diamankan, AR berlari ke arah musholla di dekat lokasi seolah tak terjadi apa-apa.

Di saat yang sama, warga baru menyadari bahwa korban pertama, Udin, ditemukan di bilik cuci motor dalam kondisi mengenaskan, bersimbah darah dengan banyak luka bacokan.

Motif Diduga Sakit Hati;

Dari informasi yang dihimpun jurnalis Matakhatulistiwa.id, AR adalah kerabat sepupu dari dua korban, Udin dan Yanto. Menurut Ozi, saudara kandung Udin, AR dikenal sebagai remaja yang sulit dinasehati dan sering terlibat tawuran.

“Dia itu sudah sering buat masalah. Pernah diusir dari rumahnya sendiri. Karena kasihan, malah ditampung di rumah Yanto dan dikasih kerjaan oleh Udin,” ujar Ozi.

Baca juga:  Tak Dapat Gunakan Faskes Saat Periksa Kandungan di Salah Satu Puskesmas Kota Pontianak , Ibu Hamil Peserta BPJS KIS Bayar 150 Ribu Untuk Priksa Kandungan

Diduga kuat, pembacokan ini terjadi karena AR sakit hati kerap dinasehati oleh Udin dan Yanto agar tidak membuat onar. Kedua korban justru yang selama ini menampung dan membantunya.

“Pelaku ini liar tak mau dinasehati, punya masalah sedikit bawa sajam, pelaku juga sering ikut tawuran antar remaja yang biasanya terjadi di jembatan/tol landak “. Ungkap Ozi.

Kondisi Terkini Para Korban;

Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Soedarso. Udin dan Yanto dalam kondisi kritis dan harus menjalani operasi. Sementara Rival mengalami luka di kepala dan lengan, namun sudah mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis resmi dari Polsek Pontianak Utara. Namun berdasarkan video yang beredar, pelaku telah diamankan oleh dua petugas kepolisian setempat tak lama setelah kejadian.

Penulis : Rb

Sumber Berita: Wawancara

Follow WhatsApp Channel matakhatulistiwa.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kawal Perizinan Hutan, Gulam Mohamad Sharon Tancap Gas Bebaskan Desa Kalbar II dari Kegelapan
Syarief Abdullah Resmi Buka Rakerda NasDem Sambas : Kita Punya Peluang Besar Jadi Pemenang Utama.
Syarief Abdullah Kuatkan Konsolidasi Hingga Akar Rumput, NasDem Bengkayang Gelar Rakerda Per Dapil
Di Tengah Kepulan Asap Meluas, Tim MPA Permata Jaya Berjibaku Lawan Asap dan Panas.
Dukung Pelestarian Lingkungan, Karang Taruna Kubu Raya Siap Kerahkan Personil untuk Penanaman Mangrove.
Dengar Suara Kritis Mahasiswa, Syarief Abdullah Rangkul Ratusan Kaum Intelektual Muda: Kita Sinergikan Bersama.
Penuh Kehangatan, Sy. Ahmad Nauval Pimpin Perayaan HUT ke-15 Garda Pemuda NasDem Kalbar.
Pesta Durian Sanggau, NasDem Sponsori 1.500 Buah Gratis demi Dongkrak Ekonomi Petani Lokal.
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:42 WIB

Kawal Perizinan Hutan, Gulam Mohamad Sharon Tancap Gas Bebaskan Desa Kalbar II dari Kegelapan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Syarief Abdullah Resmi Buka Rakerda NasDem Sambas : Kita Punya Peluang Besar Jadi Pemenang Utama.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Syarief Abdullah Kuatkan Konsolidasi Hingga Akar Rumput, NasDem Bengkayang Gelar Rakerda Per Dapil

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:34 WIB

Di Tengah Kepulan Asap Meluas, Tim MPA Permata Jaya Berjibaku Lawan Asap dan Panas.

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:24 WIB

Dengar Suara Kritis Mahasiswa, Syarief Abdullah Rangkul Ratusan Kaum Intelektual Muda: Kita Sinergikan Bersama.

Berita Terbaru

Kolom/Opini

Kemarau Menguji Kita Evaluasi.

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:52 WIB

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x