Matakhatulistiwa.id | Presiden Jokowi diberi rapor merah oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai alumnus memalukan. Gibran Rakabuming Raka, cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024 sekaligus putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) beri respon soal Presiden Jokowi yang dinobatkan sebagai alumnus UGM paling memalukan.
Penobatan Presiden Jokowi sebagai alumnus paling memalukan diserukan saat di acara diskusi publik dan mimbar bebas bertajuk ‘Rezim Monarki Sang Alumni: Amblesnya Demokrasi, Ambruknya Konstitusi, dan Kokohnya Politik Dinasti’.
Penobatan itu disematkan BEM KM UGM di sela acara diskusi publik darurat demokrasi bersama Serikat Merdeka Sejahtera (Semesta) di bundaran UGM, Jumat (8/12/2023) lalu.
Publik mengira penghargaan itu merupakan wujud apresiasi atas prestasi yang ditorehkan Jokowi setelah hampir dua periode memimpin Indonesia.
Ternyata, bukan. Sertifikat penghargaan yang diserahkan Ketua BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor, kepada ‘Jokowi’ adalah sertifikat penobatan sebagai alumnus paling memalukan.
Seperti diketahui Jokowi adalah alumnus Program Studi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980. Presiden Jokowi dinyatakan lulus dari UGM pada tahun 1985, sesuai ketentuan dan bukti kelulusan yang dimiliki oleh UGM.
Menyoal hal tersebut, saat ditanya awak media, anak sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka menanggapi dengan santai. “Biar warga saja yang menilai,” kata Gibran sambil berjalan memasuki mobilnya seusai kegiatan Pantura Dukung Gibran atau Pandugi di GOR Panatayudha Jalan Ahmad Yani Karawang pada Sabtu (9/12/2023) malam.
Ketika ditanya lebih lanjut, Gibran Rakabuming Raka memilih bungkam dan sibuk meladeni masyarakat yang mengajaknya berfoto dan bersalam..
Sumber Berita : https://www.tribunnews.com/











